Kementerian Penerbangan Sipil India memantau perkembangan situasi wilayah udara di Asia Barat yang berdampak pada operasional penerbangan internasional.
Gangguan tersebut memicu pembatalan ratusan penerbangan dalam beberapa hari terakhir. Sejauh ini tercatat 1.221 penerbangan maskapai India dan 388 penerbangan maskapai asing dibatalkan akibat situasi tersebut.
Mengutip , Sabtu (7/3/2026) maskapai-maskapai India mulai secara bertahap kembali mengoperasikan penerbangan jarak jauh dengan menggunakan rute alternatif yang menghindari wilayah udara yang dibatasi.
Pemerintah India juga menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu penumpang yang terdampak, termasuk menambah penerbangan dan melakukan koordinasi dengan otoritas penerbangan negara lain serta perwakilan India di luar negeri.
Dalam 24 jam terakhir, maskapai India tercatat mengoperasikan 24 penerbangan. Sementara itu, maskapai dari kawasan Teluk seperti Emirates dan Etihad juga menjalankan sembilan penerbangan menuju India.
Sejak Rabu (4/3), maskapai India merencanakan total 58 penerbangan. Rinciannya, 30 penerbangan dioperasikan oleh IndiGo, sedangkan 23 penerbangan dijalankan oleh Air India dan Air India Express.
Di sisi lain, maskapai asing yang melayani rute India-UEA juga tetap beroperasi secara terbatas menyesuaikan dengan pembatasan wilayah udara yang berlaku. Kementerian Penerbangan Sipil India menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam situasi tersebut.
Pihak maskapai juga diminta memberikan informasi yang jelas kepada penumpang terkait jadwal penerbangan. Selain itu, maskapai diinstruksikan mematuhi aturan mengenai pengembalian dana, penjadwalan ulang, serta pemberian bantuan kepada penumpang yang terdampak.
Pemerintah India juga mengawasi harga tiket pesawat guna mencegah lonjakan tarif yang tidak wajar di tengah gangguan penerbangan. Penumpang disarankan untuk memeriksa langsung status penerbangan melalui maskapai masing-masing dan hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi.







