TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tangan para montir di bengkel kawasan Cibeunying Kaler tampak menghitam oleh oli.
Bahkan, seorang montir terlihat berbaring di bawah mobil berwarna hitam.
Sebagian tubuhnya masuk ke kolong kendaraan untuk menjangkau komponen yang diperbaiki.
Dari luar hanya terlihat kaki hingga pinggangnya.
Di dekatnya, sejumlah peralatan seperti kunci dan tang diletakkan di atas aspal.
Ia juga menggunakan alas kardus dan papan kayu agar lebih nyaman saat bekerja di bawah kendaraan.
Baca juga: Aksi Maling Hendak Bobol Gudang Bengkel Motor di Ciwastra Gagal, Pelaku Ditangkap Warga
Mamun akrab disapa Mamun Timor, pemilik bengkel, mengatakan menjelang Lebaran biasanya ada perubahan jumlah kendaraan yang datang ke bengkel.
Dikatakan dia, pelanggan umumnya datang untuk melakukan pemeriksaan dasar sebelum perjalanan jauh.
“Paling cek kendaraan seperti biasa. Ganti oli, servis mesin, sama rem,” ujarnya, saat berbincang dengan Tribunjabar.id, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Mamun, perawatan kendaraan menjadi penting karena perjalanan mudik sering kali menempuh jarak jauh.
Jika kendaraan tidak dipersiapkan dengan baik, kemungkinan terjadi masalah di jalan tetap ada.
“Kalau kendaraan itu kan di luar prediksi ya, bisa saja ada trouble di jalan. Jadi kita cuma mengingatkan supaya dipersiapkan secara matang,” kata dia.
Ia juga menuturkan kendaraan keluaran lama tetap bisa digunakan untuk perjalanan jauh selama dirawat dengan baik.
Mumun menyebut, di bengkelnya, mobil jenis Timor menjadi kendaraan yang paling sering ditangani karena lokasinya juga menjadi tempat berkumpul komunitas mobil tersebut.
Selama Ramadan, bengkel tempat Mamun bekerja buka mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari, bahkan bisa sampai tengah malam jika masih ada kendaraan yang harus diselesaikan.
"Buka masih tetap sama. Mulai jam 09.00 sampai tidak menentu," katamya.
Untuk biaya servis, kata Mamun, tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan.
Servis ringan biasanya berkisar sekitar Rp300 ribu, sedangkan servis yang lebih besar bisa mencapai sekitar Rp4,5 juta.
Hal serupa disampaikan Bayu, pemilik bengkel kendaraan roda dua dan roda empat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.
Menurutnya, lokasi bengkel yang berada di jalan ramai membuat banyak kendaraan melintas setiap hari.
“Di sini banyak mobil dan motor lewat, jalannya juga padat. Jadi ada saja yang mampir untuk servis,” katanya.
Menjelang Lebaran, kendaraan yang masuk ke bengkelnya umumnya melakukan perawatan seperti mengganti oli mesin, memperbaiki komponen, hingga mengganti bodi kendaraan.
Meski sedang bulan puasa, jam operasional bengkel tetap berjalan normal, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Biaya perbaikan juga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung jenis kerusakan.
Bayu mengatakan masih ada pemilik kendaraan yang merasa mobilnya aman hanya karena bahan bakar terisi penuh.
Padahal, lanjut Bayu, kondisi rem, oli, dan mesin tetap harus diperiksa, terutama jika kendaraan akan digunakan untuk perjalanan jauh.
“Jangan merasa aman cuma karena bensin penuh. Rem, oli, sama mesin harus dicek juga. Apalagi kondisi jalan kan beda-beda, tidak semuanya mulus,” ujarnya.
Ia memperkirakan lonjakan kendaraan yang datang ke bengkel akan mulai terasa sekitar sepekan sebelum Lebaran, ketika sebagian orang mulai berangkat mudik.
"Di sini tetap buka layanan. Pada hari Lebaran juga, terutama bagi pengendara yang membutuhkan perbaikan mendadak," kata Bayu.
Bayu menambahkan, selain oli dan rem, ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa lampu kendaraan, terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan malam. (*)