TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Alifatussoimah (38), lagi-lagi harus mengelus dada akan ketidakpastian perusahaan eks tempat kerjanya dulu yang belum menepati janjinya.
Dia bersama rekan kerjanya belum mendapatkan kejelasan pembayaran pesangon yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.
Padahal tidak lama lagi akan tiba lebaran atau Hari Raya Idulfitri.
Perusahaan tempat bekerjanya adalah PT Bina Agung Damar Buana atau Griya Satria yang bergerak di bidang properti.
Baca juga: Sosok Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun, Cucu Legenda Keroncong Asal Semarang
"Sampai detik ini dinas gak ada kejelasan buat ngejar Hasan dan Ali Umar Basalamah (pimpinan perusahaan, red)," kepada tribunbanyumas.com, Sabtu (7/3/2026).
Keluhan yang disampaikan Alifatussoimah, bukanlah yang pertama dan juga bukan baru-baru ini.
Dia dan rekan-rekannya sudah hampir dua tahun memperjuangkan agar hak pesangon segera didapatkan.
Jika ditotal pesangon keseluruhan karyawan mencapai Rp 100 juta.
Sedangkan pimpinan perusahaan tidak pernah hadir baik dalam pertemuan yang diagendakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) maupun DPRD Kabupaten Banyumas.
"Saya dan kawan-kawan seperti diombang ambing. Hasan susah dihubungi," ungkapnya.
Alifatussoimah menduga, tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut dari pimpinan PT Bina Agung Damar Buana.
Dari Dinnakerin sudah mengungkapkan akan menemui Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Dia merasa seperti mengemis berkali-kali kepada orang yang hatinya buta dan tuli.
"Kalau memang mereka pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, seharusnya merasa malu dan mengakui kesalahan dengan tidak bolak balik memberikan janji-janji palsu," jelasnya.
Sebelumnya, tribunbanyumas.com sudah berusaha mengonfirmasi kantor PT Bina Agung Damar Buana, sebanyak dua kali.
Tetapi dari petugas keamanan mengungkapkan pimpinan perusahaan sedang ada di luar kota dan kantor kosong. (fba)