TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara melakukan pengawasan pangan segar hasil pertanian dan peternakan di sejumlah pasar tradisional serta pasar swalayan.
Pengawasan tersebut merupakan program rutin untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman, terutama selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026.
"Kami ingin memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dengan memastikan kualitas pangan tetap baik. Kemudian, stabilitas harga serta ketersediaan pasokan bahan pangan di pasar tradisional maupun swalayan juga terjaga," kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Novy menjelaskan, pengawasan dilakukan di lima lokasi di wilayah Jakarta Utara, yakni Pasar Mandiri Kelapa Gading, Pasar Hibrida Kelapa Gading, Pasar Kalibaru Cilincing, Superindo Sport Mall Kelapa Gading, serta Daily Food Hall Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading.
Kepala Seksi Pertanian dan Ketahanan Pangan Sudin KPKP Jakarta Utara, Gusti Arvianty menambahkan, pengawasan difokuskan pada sejumlah komoditas pangan segar yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Komoditas tersebut meliputi produk peternakan seperti daging ayam, daging sapi, ati ampela, dan kikil.
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap produk pertanian seperti beras, berbagai jenis cabai, sayur-mayur, serta buah-buahan, di antaranya apel dan anggur.
"Seluruh sampel pangan yang diambil langsung diuji di lokasi menggunakan dua mobil laboratorium keliling milik Dinas KPKP DKI Jakarta sehingga hasilnya dapat diketahui dengan cepat," ucapnya.
Gusti merinci, di Pasar Mandiri Kelapa Gading petugas menguji 13 sampel yang terdiri atas sembilan produk pertanian dan empat produk peternakan.
Selanjutnya, di Pasar Hibrida Kelapa Gading dilakukan pengujian terhadap 11 sampel yang meliputi delapan produk pertanian dan tiga produk peternakan.
"Secara keseluruhan terdapat 57 sampel pangan yang diuji, terdiri atas 42 sampel produk pertanian dan 15 sampel produk peternakan," ucap Gusti.
"Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari kandungan bahan berbahaya sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi," pungkasnya.