TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Trio folk asal Klaten, FM Abends, kembali merilis karya terbaru melalui single berjudul ‘Gemuruh Suara Doa’. Lagu ini menjadi rilisan kedua setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat single ‘Pulang’, sekaligus menandai perkembangan musikal yang lebih reflektif dari band tersebut.
Vokalis sekaligus penulis lagu, Fandi Muhammad, menjelaskan bahwa ‘Gemuruh Suara Doa’ lahir dari proses perenungan tentang perjalanan hidup yang perlahan membawa seseorang pada kesadaran baru tentang waktu, mimpi, dan arah pulang.
“‘Gemuruh Suara Doa’ adalah perenungan tentang waktu yang berjalan tanpa terasa, tentang bagaimana seseorang tiba tiba menyadari bahwa ia telah dewasa dan telah jauh melangkah,” ujar Fandi.
Menurutnya, lagu ini mencoba menangkap momen ketika seseorang berada di antara kenangan masa lalu dan harapan yang belum sepenuhnya datang.
Dalam perjalanan itu, kelelahan, penantian, hingga keraguan kerap muncul, tetapi ada satu hal yang tetap menyertai yaitu doa.
Fandi mengatakan lagu tersebut juga berbicara tentang harapan orang orang terdekat yang sering kali tidak diucapkan secara langsung, namun tetap hadir dalam diam.
“Lagu ini berbicara tentang harapan orang tersayang yang sering kali tak terucap keras, tetapi terus bergema dalam diam,” katanya.
Single ‘Gemuruh Suara Doa’ secara khusus ditujukan bagi mereka yang hidup jauh dari rumah. Lagu ini merefleksikan pengalaman banyak orang yang merantau, baik untuk mencari jati diri maupun untuk melanjutkan kehidupan di tempat lain.
Lagu tersebut diharapkan bisa menjadi teman perjalanan, terutama saat seseorang kembali pulang setelah melewati berbagai pengalaman hidup di perantauan.
“Lagu ini kami bayangkan menjadi pendamping perjalanan pulang, ketika lampu lampu jalan menemani dan ingatan tentang rumah datang perlahan,” ujarnya.
Secara musikal, FM Abends menghadirkan nuansa yang kontemplatif dan hangat.
Aransemen yang digunakan tidak dibuat meledak ledak, tetapi lebih mengendap agar memberi ruang bagi pendengar untuk merenung dan merasakan atmosfer yang dibangun lagu tersebut.
Single ‘Gemuruh Suara Doa’ dirilis pada 27 Februari 2026 dan sudah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube Music.
Lagu ini diproduksi secara mandiri oleh FM Abends dan direkam di Mullstud, kemudian dirilis di bawah naungan Seneca Asylum.
FM Abends sendiri merupakan trio folk gelap asal Klaten yang berawal dari proyek solo Fandi Muhammad sebelum kemudian berkembang menjadi band bersama dua rekannya, yaitu Sabrang Jolonidi dan Febrianto Prima.
Sejak terbentuk pada 2019, FM Abends mulai dikenal melalui berbagai penampilan di gigs kecil dan acara komunitas.
Karakter musik mereka menonjol lewat aransemen sederhana yang emosional, memadukan dua gitar akustik dengan satu gitar ambience serta lirik yang jujur dan dekat dengan kehidupan sehari hari.
Lewat karya karya tersebut, FM Abends berupaya menghadirkan musik yang dapat menjadi teman perjalanan bagi pendengar, terutama saat menghadapi kesunyian dan berbagai fase kehidupan.