TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO – Jalur Dua Sengkang di Jalan Sawerigading dan Jalan Rusa kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kondisi ini mengganggu kebersihan sekaligus merusak estetika kota.
Padahal, jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, baik bagi warga lokal maupun pergerakan barang secara regional.
Pantauan Tribun-Timur.com, Sabtu (7/3/2026), tumpukan sampah kembali terlihat di sisi jalan menuju Kantor Bupati dan Gedung DPRD Wajo, Sulawesi Selatan.
Beberapa kantong plastik berwarna merah, kuning, dan putih tampak berserakan dan mengeluarkan bau menyengat.
Bau tidak sedap itu bahkan menyerupai bangkai hewan sehingga mengganggu pernapasan warga maupun pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Baca juga: Beda Nasib PPPK Paruh Waktu di Sulsel: Wajo dan Soppeng Tak Dapat THR, Sinjai Siapkan Rp2,3 Miliar
Jalur ini hampir setiap hari dilintasi kendaraan, mulai dari kendaraan pribadi, kendaraan instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga mobil ekspedisi dari berbagai daerah. Selain itu, jalur ini juga menjadi penghubung sedikitnya empat kabupaten di sekitar wilayah tersebut.
Warga setempat, Andi Akmal, meminta pemerintah daerah segera mencari solusi agar Jalur Dua Sengkang terbebas dari sampah.
“Masalah sampah di sisi Jalur Dua sampai sekarang belum bisa dipecahkan. Kami menilai pemerintah belum menemukan solusi yang tepat,” ujar Andi Akmal saat ditemui di kediamannya di Jalan Sawerigading, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, persoalan sampah di jalur tersebut sudah berlangsung lama. Meski sudah beberapa kali terjadi pergantian pejabat di dinas terkait, masalah itu belum juga terselesaikan.
“Saya rasa jalur ini hanya dibangun, tapi tidak pernah benar-benar diperhatikan, terutama soal kebersihannya,” katanya.
Andi Akmal berharap pejabat baru yang dilantik Bupati Wajo dapat memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut, khususnya Dinas Lingkungan Hidup.
Sebelumnya, Andi Rosman melantik 364 pejabat Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin jadi kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (4/3/2026).
Ia berharap pejabat baru dapat turun langsung memantau kondisi Jalur Dua dan mencari solusi agar kawasan tersebut terbebas dari sampah.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Cempalagi, Ukhy (42). Ia mengaku sering mencium bau menyengat saat melintas di kawasan tersebut.
“Memang banyak sekali sampah di sana. Baunya sangat menyengat, bahkan mengganggu kalau kita lewat naik motor,” ujarnya.(*)