TribunGayo.com - Bulan Ramadan 1447 Hijriah hampir memasuki fase paling istimewa yakni sepuluh malam terakhir.
Baca juga: 6 Hari RTA & Baitul Mal Dampingi Warga Terdampak Bencana di Bintang, Safari Ramadan Lanjut ke Ketol
Di masa ini, umat Islam menantikan malam Lailatul Qadar, yang diyakini memiliki pahala lebih besar daripada seribu bulan.
Momen ini selalu menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Tahun ini, penentuan awal Ramadan berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah yang diikuti NU.
Muhammadiyah memulai puasa pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah/NU memulai sehari setelahnya, 19 Februari 2026.
Perbedaan ini memengaruhi hitungan malam ganjil yang dianggap berpotensi menjadi Lailatul Qadar.
Menurut Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah.
Malaikat dan Jibril turun, membawa rahmat dan mengatur segala urusan hingga fajar.
Rasulullah pun menganjurkan untuk menghidupkan ibadah pada sepuluh malam terakhir, khususnya pada malam ganjil.
Meski begitu, sebagian besar ulama berpendapat bahwa waktu turunnya Lailatul Qadar tidak dapat dipastikan secara pasti dan bisa berpindah-pindah di antara malam-malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan
“Karena itu umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan,” jelas Miftahul.
Baca juga: Pertamina Pastikan Ketersediaan Pasokan BBM Aman Selama Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1447 H
Sebagian ulama menjelaskan bahwa malam ganjil dihitung berdasarkan awal Ramadan yang dijalani oleh seseorang atau jamaahnya.
Menurut Miftahul, jika awal Ramadan berbeda, maka kelompok yang memulai puasa lebih dulu akan mengikuti hitungan malam ganjil berdasarkan kalender mereka.
Kelompok yang memulai puasa lebih belakangan juga mengikuti hitungan malam ganjil sesuai kalender yang mereka jalani.
Jika mengacu pada awal Ramadan versi pemerintah dan NU yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka perkiraan malam ganjil pada sepuluh malam terakhir adalah sebagai berikut:
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026.
Dengan demikian, perkiraan malam ganjilnya menjadi:
Meski tanggalnya bisa berbeda satu hari, inti dari anjuran tersebut tetap sama, yaitu memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Selain itu, tidak ada tanggal pasti kapan Lailatul Qadar terjadi. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, agar tidak melewatkan malam istimewa yang penuh berkah tersebut. (*)
Baca juga: Permintaan Gula Aren Asli di Gayo Lues Meningkat Selama Ramadan, Harga Tetap Stabil