Kultum oleh Arifatuttahani Aulia, Rekanita PC IPPNU Surabaya
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan sedikit tausiyah, sedikit kultum yang bertemakan tentang peran wanita dalam perspektif Islam.
Berbicara tentang wanita, ulama menyebutkan wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik, maka akan baik pula negaranya. Dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negaranya.
Di mana baik dan tidaknya suatu bangsa tergantung wanita di dalamnya.
Bagaimana tidak Allah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya.
Wanita bukan hanya kelas kedua, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi wanita juga insan mulia.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 71.
"Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Menurut Ibn Kathir, dalam tafsir Ibn Kathir terbitan Insan Kamil 5 halaman 193 menjelaskan, yaitu antara laki-laki dan perempuan saling menolong dan menopang.
Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwasannya dalam pandangan Allah SWT bukan hanya dilihat dari jenis kelaminnya, tetapi dari jenis keimanan dan ketakuan terhadap Allah SWT.
Saudara semua yang berbahagia.
Berbicara tentang wanita dalam perspektif Islam ini sangatlah relevan dan sangat banyak untuk dicontoh kita sebagai generasi muda.
Saya singkat menjadi dua.
Yang pertama yaitu menjadi perempuan yang beriman dan juga berilmu. Menuntut ilmu sangatlah wajib bagi seorang Muslim. Bagi wanita, pintar bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk generasi selanjutnya. Karena wanita adalah madrasah utama, sekolah utama untuk anak-anak yang kelamin.
Cantik bukan hanya perihal fisik, tetapi juga pintar secara intelektual dan matang secara spiritual.
Yang kedua yaitu wanita yang mampu menjaga dirinya, menjaga kehormatan dirinya dan marwah dirinya. Sebagaimana hal ini sesuai di dalam Al-Quran Surah An-Nur ayat 31.
"Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung".
Jangan sampai kita sebagai wanita mengikuti hal-hal yang lagi viral saat ini. Yang katanya cinta ditolak kapak bertindak. Eh jangan salah kalau di Islam cinta ditolak iman yang bertindak.
Untuk itu mari kita saling memperbaiki diri, saling interopeksi diri. Karena sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang solihah.
Sekian dari saya, semoga dapat bermanfaat untuk kita semuanya.
Mangan ketupat, lawuh bakmi, menawi lepat, please forgive me.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.