TRIBUNJATENG.COM - Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun.
Meski usia Vidi Aldiano masih masuk dalam kategori produktif, nyatanya kanker ginjal tetap bisa menggerogoti penderitanya.
Peluang kesembuhan penderita kanker ginjal akan lebih besar jika bisa mendeteksi gejala lebih dini.
Baca juga: Sosok Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun, Cucu Legenda Keroncong Asal Semarang
Hanya saja, gejala kanker ginjal sering kali tidak disadari di tahap-tahap awal.
Lalu apa saja sebenarnya gejala kanker ginjal? mengutip dari kompas.com, berikut ulasannya.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia hari ini, Sabtu (7/3/2026), di usia 35 tahun.
Kabar tersebut dibagikan oleh sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial.
Selama beberapa tahun terakhir, Vidi diketahui berjuang melawan kanker ginjal yang sempat diungkapkannya kepada publik.
Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru menyadarinya setelah kondisi berkembang lebih lanjut.
Berikut penjelasan mengenai kanker ginjal, mulai dari pengertian, gejala, penyebab, hingga peluang kesembuhannya.
Kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam ginjal dan membentuk tumor.
Dilansir dari Mayo Clinic, kanker ginjal terjadi ketika sel di dalam ginjal mengalami perubahan pada DNA yang mengatur cara sel tumbuh dan berkembang.
Akibatnya, sel-sel tersebut menumpuk dan membentuk massa yang disebut tumor.
Dalam beberapa kasus, tumor dapat menyebar ke jaringan lain di tubuh.
Ketika kanker menyebar ke organ lain, kondisi ini disebut kanker metastasis.
Menurut Cleveland Clinic, jenis kanker ginjal yang paling umum pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma, yang berasal dari sel-sel yang melapisi saluran kecil di dalam ginjal.
Kenali gejala kanker ginjal
Salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi kanker ginjal adalah gejalanya yang sering tidak muncul pada tahap awal.
Banyak penderita baru menyadari adanya kanker ginjal ketika penyakit sudah berkembang atau ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan medis seperti CT scan.
Seiring waktu, beberapa gejala dapat mulai muncul, antara lain: Darah dalam urine yang terlihat merah muda, merah, atau kecokelatan
Nyeri di bagian samping atau punggung yang tidak kunjung hilang
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Kelelahan berkepanjangan
Hilangnya nafsu makan
Sementara itu, Cleveland Clinic melaporkan bahwa sebagian penderita juga dapat merasakan benjolan di sisi tubuh, demam yang sering kambuh, serta rasa sakit di area perut atau pinggang.
Karena gejalanya sering tidak spesifik, pemeriksaan medis sangat penting jika seseorang mengalami keluhan tersebut dalam waktu lama.
Apa penyebab kanker ginjal dan faktor yang meningkatkan risikonya?
Hingga kini, penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui. Namun para ahli mengetahui bahwa penyakit ini terjadi ketika sel ginjal mengalami mutasi atau perubahan genetik.
Mutasi tersebut membuat sel terus berkembang tanpa terkendali dan tidak mati seperti sel normal.
Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ginjal, antara lain:
Usia yang semakin bertambah
Kebiasaan merokok
Obesitas atau kelebihan berat badan
Tekanan darah tinggi
Riwayat keluarga dengan kanker ginjal
Kondisi genetik tertentu
Selain itu, penggunaan dialisis jangka panjang pada penderita penyakit ginjal juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.
Meski memiliki faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker ginjal, kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit.
Apakah kanker ginjal bisa disembuhkan?
Peluang kesembuhan kanker ginjal sangat bergantung pada tahap penyakit saat didiagnosis.
Jika kanker masih berada di dalam ginjal dan belum menyebar, peluang pengobatan biasanya lebih baik.
Dalam banyak kasus, dokter dapat mengangkat tumor melalui operasi.
Kanker ginjal sering ditemukan ketika ukurannya masih kecil dan masih terbatas di dalam ginjal, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih efektif.
Namun jika kanker sudah menyebar ke organ lain seperti paru-paru, hati, atau tulang, pengobatan biasanya lebih kompleks dan bertujuan untuk mengendalikan penyakit serta memperpanjang harapan hidup pasien.
Beberapa metode pengobatan kanker ginjal antara lain operasi, terapi target, imunoterapi, hingga terapi radiasi.
Maka dari itu, deteksi dini serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Kepergian Vidi Aldiano menjadi pengingat bahwa kanker dapat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang masih berada di usia produktif.
Mengenali gejala dan faktor risikonya dapat membantu masyarakat lebih waspada terhadap penyakit ini. (*)
Sumber: kompas.com