Makassar (ANTARA) - Peneliti dari Universiti Malaysia Kelantan Norashikin Mohd Fauzi MSc PhD memaparkan hubungan serangga dan mikroplastik dalam lingkungan saat kuliah umum internasional di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.

Norashikin dalam keterangan di Makassar, Sabtu, mengatakan mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini semakin banyak ditemukan di berbagai kompartemen lingkungan, baik daratan maupun perairan.

Ia menjelaskan mikroplastik dapat berasal dari sumber primer maupun sekunder dan berpotensi mencemari ekosistem secara luas.

Berbagai penelitian terbaru menunjukkan serangga dapat berinteraksi langsung dengan mikroplastik melalui proses konsumsi, akumulasi dalam tubuh, hingga potensi degradasi plastik oleh beberapa spesies tertentu.

Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa serangga tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki potensi dalam memengaruhi siklus mikroplastik secara biologis di alam.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan penelitian lanjutan serta pengembangan metode identifikasi yang lebih akurat untuk memahami dampak mikroplastik terhadap ekosistem.

Peneliti dari Universiti Malaysia Terengganu Prof Dr Wahizatul Afzan Azmi memaparkan materi terkait dengan aplikasi polinator biologis dan teknologi in vitro pada ratu lebah kelulut.

Ia menjelaskan bahwa ratu kelulut memiliki peran penting dalam memimpin koloni dan mengatur sistem reproduksi.

Penelitian yang dilakukan juga membahas proses perkembangan larva ratu, perbedaan karakteristik antara lebah pekerja, jantan, dan ratu, serta proses seleksi jantan berkualitas tinggi yang akan dikawinkan dengan ratu guna menghasilkan koloni yang sehat dan produktif di lapangan.

Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas Syahidah menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk mulai meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai dengan langkah sederhana, seperti menggunakan tumbler.

Hal ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program fakultas bebas plastik sekaligus penguatan komitmen zona integritas.