6 Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis di 10 Hari Terakhir Ramadan
Torik Aqua March 08, 2026 01:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM - Simak tanda munculnya Lailatul Qadar di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Lailatul Qadar ditetapkan oleh Allah sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Hal itu termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr ayat 3.

Sehingga malam ini sangat dinantikan oleh umat Muslim sedunia.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh Kapan? Ini Petunjuk Waktu Terjadinya dan Tanda-Tandanya

Pada malam ini akan diampuni dosa yang telah lampau bagi orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar atas dasar iman kepada Allah SWT.

Meskipun tidak disebutkan tanggal yang pasti, namun terdapat petunjuk dalam Al-Qur'an dan hadits yang memberikan informasi tentang tanda-tanda dan keistimewaan malam Lailatul Qadar ini.

Waktu Terjadinya Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag), berikut sejumlah petunjuk Rasulullah SAW terkait kapan terjadinya malam Lailatul Qadar:

1. Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan” (HR. Bukhari)

2. Malam-malam Ganjil

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan” (HR. Bukhari)

3. Tujuh Malam Terakhir

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa” (HR. Bukhari).

4. Di Malam ke-27

وَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
“Demi Allah aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh” (HR. Muslim dari Ubay Bin Ka’ab).

Demikian juga hadis dari Mu’awiyah. Beliau menukil perkataan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam,

ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻘَﺪْﺭِ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭﻋِﺸْﺮﻳﻦَ
“Lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh” (HR. Abu Daud).

Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa malam ke-27 ini tidak menunjukkan kepastian, tetapi diharapkan besar datangnya lailatul qadar karena bisa jadi lailatul qadar turunnya di tanggal berbeda setiap tahun.

Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

1. Udara tidak panas dan dingin

Di malam Lailatul Qadar disebutkan keadaan alam tenang, udara juga menjadi tidak terasa panas maupun dingin.

Sehingga penduduk bumi yang merasakan akan merasa tenteram dan nyaman.

Hal itu seperti diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA yang menyatakan Rasulullah SAW bersabda:

"Lailatul Qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Besok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah." (H.R. Ath Thayalisi di Musnadnya hal. 349 no. 2680).

2. Keesokannya matahari terbit dengan teduh

Biasanya, ciri-ciri Lailatul Qadar dapat dirasakan atau dilihat bukan pada saat atau akan terjadinya Lailatul Qadar.

Akan tetapi, malam Lailatul Qadar biasanya baru akan terasa atau terlihat setelah malam Lailatul Qadar itu tiba.

Satu di antara cirinya yakni bagaimana suasana keesokan pagi harinya saat matahari terbit.

Ubay bin Ka’ab RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Keesokan hari Lailatul Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan," (H.R. Muslim).

3. Ibadah terasa lebih nikmat dan khusyuk

Menurut pendapat sejumlah ulama, di antara ciri-ciri tanda Lailatul Qadar ialah adanya perasaan beribadah terasa lebih khusyuk.

Di malam itu mereka yang mendapatkan Lailatul Qadar di hatinya akan sangat khidmat ketika beribadah.

Tanda ini memang tidak bisa dirasakan oleh semua orang.

Bisa saja hanya dapat dirasakan oleh mereka yang selalu menghidupkan malamnya dengan ibadah sehingga merasakan ketenangan dan kenikmatan hati.

4. Bumi terasa lebih tenang

Lailatul Qadar disebut malam yang istimewa.

Pasalnya, malaikat Jibril beserta seluruh malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang mukmin yang berdoa dan berzikir memohon kepada Allah semesta alam.

Oleh karena itu bumi menjadi padat dan sesak karena penuh dengan malaikat.

Hal tersebut yang menyebabkan sejumlah ulama mengibaratkan keistimewaan malam Lailatul Qadar.

Saking padatnya bumi karena dipenuhi oleh malaikat, alam menjadi lebih tenang dan tidak banyak bergerak.

5. Hadir lewat mimpi

Ciri-ciri datangnya Lailatul Qadar juga pernah diceritakan dalam sebuah riwayat hadir melalui mimpi.

Sahabat Ibnu Umar RA bercerita bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada tujuh malam terakhir (Ramadan).

Kemudian Rasulullah SAW berkata,

"Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang Lailatul Qadar) terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada tujuh malam terakhir," (H.R. Muslim).

6. Ditandai adanya hujan dan gerimis

Sebagian ulama berpendapat salah satu ciri-ciri Lailatul Qadar bisa ditandai dengan hujan atau gerimis.

Pendapat ini berdasarkan pada peristiwa ketika Rasulullah SAW diberikan mimpi untuk ditampakkan kapan Lailatul Qadar itu datang.

Pada zaman Nabi, masjid masih beralaskan tanah, tiang-tiangnya dari pelepah kurma, dan atapnya dari daun-daun kurma.

Sehingga jika hujan atau gerimis, maka di dalam masjid akan terlihat basah.

Saat Rasulullah SAW dihadirkan mimpi tentang kapan hadirnya Lailatul Qadar, lalu terbangun dari mimpinya, Allah sengaja membuat Rasulullah SAW lupa dari mimpi tersebut.

Namun yang teringat adalah ada bekas lumpur pada dahi Rasulullah SAW.

Hingga pada suatu saat ketika Rasulullah SAW selesai salat, beliau menengokkan kepalanya untuk salam, terlihat lumpur di dahinya.

Para sahabat melihat itu dan menganggap bahwa semalamnya adalah Lailatul Qadar.

Berdasarkan kisah inilah para ulama berpendapat, di antara tanda-tanda Lailatul Qadar ialah datangnya hujan atau gerimis di malam harinya.

Namun para ulama juga berpendapat bahwa ciri-ciri tersebut tidak bisa dijadikan acuan.

Sebab bisa jadi di malam Lailatul Qadar langit terlihat cerah atas kehendak Allah SWT.

Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026

Dari petunjuk yang diberikan Rasulullah SAW, menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil 10 hari terakhir Ramadhan.

Berdasarkan sidang isbat oleh Kementerian Agama (Kemenag), malam Lailatul Qadar 2026 kemungkinan terjadi pada tanggal berikut ini:

21 Ramadan 1447 Hijriah: Rabu, 11 Maret 2026

23 Ramadan 1447 Hijriah: Jumat, 13 Maret 2026

25 Ramadan 1447 Hijriah: Minggu, 15 Maret 2026

27 Ramadan 1447 Hijriah: Selasa, 17 Maret 2026

29 Ramadan 1447 Hijriah: Kamis, 19 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.