TRIBUNKALTIM.CO - Sebagai penyerang kelas dunia, Harry Kane dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik di planet ini.
Di usia 32 tahun dan masih berada di puncak performa, kapten Timnas Inggris itu diprediksi kembali menjadi ujung tombak negaranya di Piala Dunia 2026.
Jika Inggris ingin mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun untuk kembali meraih gelar juara dunia, peran Kane hampir pasti akan menjadi kunci dalam perjalanan mereka menuju trofi.
Baca juga: Materazzi Buka Suara Lagi, Ungkap Ucapan Zidane Sebelum Insiden Tandukan Final Piala Dunia 2006
Sejak menembus tim utama Tottenham Hotspur lebih dari satu dekade lalu, Kane konsisten mencetak gol dengan tingkat produktivitas yang luar biasa.
Ketajamannya di depan gawang hampir tak tertandingi, dengan kemampuan menembak menggunakan kedua kaki secara akurat serta insting tajam dalam menentukan kapan harus menggunakan kekuatan atau teknik.
Selain itu, ia juga sangat kuat dalam duel udara.
Hal tersebut dibuktikan dengan rekor gol sundulan terbanyak dalam satu musim Premier League, yakni 10 gol pada musim 2022/2023.
Tidak hanya tajam, Kane juga dikenal sebagai pengumpan berkualitas.
Baca juga: Sosok Javier Aguirre, Pelatih Meksiko di Piala Dunia 2026 dengan Pengalaman dan Reputasi Mentereng
Ia mampu mengirim umpan terobosan yang memecah pertahanan maupun umpan jarak jauh yang akurat untuk rekan setim.
Sepanjang kariernya, Kane telah meraih banyak penghargaan individu, termasuk Sepatu Emas di 2018 Piala Dunia.
Ia juga pernah menjadi top skor di Premier League sebanyak tiga kali, serta dua kali di Bundesliga.
Di level klub, Kane akhirnya meraih trofi besar pertamanya pada musim 2024/2025 saat membantu Bayern Munich menjuarai Bundesliga.
Bersama tim nasional Inggris, ia pernah menjadi runner-up Euro 2020 dan Euro 2024, serta membawa Inggris finis di peringkat keempat Piala Dunia 2018.
Baca juga: Bukan Timnas Indonesia, Ini 2 Negara yang Berpotensi Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Pelatih Inggris saat ini, Thomas Tuchel, memuji profesionalisme Kane.
“Harry berada dalam kondisi mental dan fisik terbaik. Ia terus mencetak gol dan bekerja keras untuk tim," dilansir dari fifa.com.
Legenda Inggris Wayne Rooney bahkan menyebut Kane sebagai striker terbaik sepanjang sejarah Inggris.
“Bagi saya, dia adalah nomor sembilan terbaik yang pernah dimiliki Inggris.”
Sementara mantan bek dan pelatih Vincent Kompany menilai Kane memiliki kecerdasan pergerakan yang luar biasa serta kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi.
Baca juga: Profil Timnas Panama di Piala Dunia 2026, Satu-satunya Wakil Amerika Tengah
Kiper Bayern Munich, Manuel Neuer, juga menyebut Kane sebagai salah satu pemain menyerang terbaik yang pernah ia mainkan bersama.
Kane bersekolah di Chingford Foundation School di London Utara, sekolah yang juga pernah dihadiri legenda Inggris David Beckham.
Menariknya, sebelum menjadi legenda Tottenham, Kane sempat bergabung dengan akademi rival mereka, Arsenal, namun dilepas setelah satu musim.
Ada pula momen unik pada 2014 ketika Kane sempat bermain sebagai kiper dalam pertandingan Europa League melawan Asteras Tripolis setelah Hugo Lloris mendapat kartu merah.
Baca juga: Peta Persaingan Lini Serang Brasil di Piala Dunia 2026, Akankah Neymar Diberi Kesempatan Terakhir?
Meski kebobolan dari tendangan bebas, Kane sebelumnya mencetak hat-trick dan Tottenham tetap menang 5-1.
Kane juga pernah mengungkapkan minat untuk menjadi kicker di NFL setelah pensiun dari sepak bola, bahkan mantan pemain Kansas City Chiefs, Dustin Colquitt, sempat menawarkan bantuan untuk mewujudkan rencana tersebut.
Kane mencetak gol pertamanya untuk Inggris hanya 80 detik setelah debutnya pada 2015 saat melawan Lithuania national football team.
Ia juga merupakan top skor sepanjang masa Inggris, melampaui rekor Wayne Rooney ketika mencetak gol ke-54 dalam laga kualifikasi Euro melawan Italia pada 2023.
Baca juga: Timnas Indonesia Berpeluang? Ini Kandidat Pengganti Terkuat Bila Iran Mundur dari Piala Dunia 2026
Pada Februari 2026, Kane juga mencatat sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang mencapai 500 gol profesional setelah mencetak dua gol untuk Bayern Munich melawan Werder Bremen.
Selain itu, ia mencatat rekor luar biasa dengan 24 penalti sukses berturut-turut di Bundesliga, yang menjadi rekor sempurna terpanjang dalam sejarah kompetisi tersebut.
Penampilan pertama Kane di Piala Dunia terjadi pada edisi Rusia 2018.
Ia langsung tampil impresif dengan mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Tunisia 2-1.
Baca juga: Dilema Timnas Jerman Tentukan Skuad untuk Piala Dunia 2026, Striker AC Milan Dinilai Belum Teruji
Ia kemudian mencetak hat-trick saat Inggris menang 6-1 atas Panama serta mencetak gol saat menghadapi Colombia di babak 16 besar.
Total enam golnya membuat Kane meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018, mengikuti jejak Gary Lineker yang meraih penghargaan serupa pada 1986.
Di Piala Dunia 2022, Kane kembali menjadi kapten Inggris.
Ia mencetak satu gol dan memberikan tiga assist, namun Inggris tersingkir di perempat final setelah kalah dari Prancis.
Inggris akan menuju Amerika Utara sebagai salah satu favorit juara.
Di bawah kepemimpinan Thomas Tuchel, tim tampil sangat solid, bahkan memenangkan semua pertandingan kualifikasi tanpa kebobolan satu gol pun.
Dengan pemain kelas dunia seperti Jude Bellingham, Declan Rice, dan Bukayo Saka mendukung Kane, Inggris memiliki potensi besar untuk bersaing memperebutkan trofi dunia.
Jika Kane dan rekan-rekannya mampu tampil konsisten, peluang Inggris untuk mengakhiri penantian panjang sejak 1966 bisa menjadi kenyataan. (*)