Laporan wartawan Sripoku.com, Angga
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Selama libur kompetisi lebih kurang tiga minggu, banyak dimanfaatkan oleh pemain Sumsel United pulang ke kampung halaman untuk berlibur bersama keluarga besar menikmati ibadah puasa dan hari raya Idulfitri.
Tapi, tidak dengan salah satu pemain asing Sumsel United, Fernando Barbosa Ferreira, yang memilih untuk tidak pulang ke kampung halamannya di Rio de Janeiro, Brazil.
Ia memilih menetap di Palembang sambil menunggu sesi latihan kembali digelar.
Pemain dengan tinggi 1,85 m ini mengungkapkan jika setelah kurang lebih satu tahun bergabung dengan Sumsel United, ia merasa nyaman untuk tinggal di Indonesia, terutama di Palembang.
"Tidak, saya tetap di Palembang. Orang Palembang dan Indonesia sangat ramah dan suka menyambut tamu, jadi saya merasa nyaman di Indonesia dan ini sangat membantu warga asing," ujar Barbosa dalam bahasa Portugis yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: Bukber Tim, Cik Ujang Suntik Motivasi Sumsel United Jelang Laga Penentuan
Barbosa juga mengungkapkan jika untuk saat ini ia masih belum memiliki rencana untuk berlibur di luar Palembang, seperti yang ia lakukan saat jeda kompetisi saat memasuki ronde ketiga.
Pemain kelahiran Rio de Janeiro, Brazil ini, pernah berlibur bersama sang istri ke Bali dalam menikmati keindahan pantai dan kebudayaan di Bali.
"Saya masih mencoba memahami situasinya, karena saya baru pergi ke Bali kurang dari sebulan yang lalu. Kebudayaan di sana sangat kental sekali dan banyak destinasi wisata," ungkapnya.
Sambil menikmati libur kompetisi, Barbosa berlatih secara mandiri untuk terus top performa bersama Sumsel United tanpa mengurangi sesi latihan.
"Latihan tetap saya lakukan menjaga performa supaya saat latihan dan pertandingan tidak mendapat cedera dan selalu menjadi kepercayaan dari tim pelatih," ucapnya.
Fernando Barbosa juga melihat suasana antusias umat Islam sangat tinggi dalam merayakan ibadah puasa, bahkan banyak warga yang berjualan makanan khas Palembang yang jarang ia makan.
Baca juga: Sumsel United Menang 3-0, Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara
Ia melihat setiap sore di Bundaran Tugu Parameswara banyak warga yang berhenti untuk membeli makanan berbuka puasa.
Barbosa yang tertarik melihat dan ingin mencoba rasanya, hingga ikut bersama warga sekitar berburu takjil.
"Semua makanan enak di pinggir jalan, jadi saya pengin coba ternyata pempeknya juga enak, jadi saya setiap sore ikut beli-beli berbagai jenis kue," tutupnya.