Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Sabtu (7/3/2026).
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat terkait adanya konflik timur tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dikhawatirkan berdampak pada pasokan energi.
Namun dalam lawatannya di Kabupaten Tuban, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahw pemerintah pusat telah memastikan ketersediaan energi saat ini, masih dalam kondisi aman.
Baca juga: Kunjungi Tuban, Wapres Gibran Tinjau Industri hingga Pastikan Stok Pangan Jelang Lebaran
Menurut Khofifah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah menyampaikan bahwa hingga 21 hari kedepan stok BBM maupun LPG dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sejauh ini Pak Menteri ESDM telah menyampaikan bahwa hingga 21 hari ke depan, insya Allah ketersediaan BBM kita masih aman, termasuk juga LPG,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah opsi tambahan untuk memperkuat pasokan energi.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menambah suplai dari luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat.
“Pemerintah saat ini juga sedang mencari opsi tambahan, salah satunya dengan mengambil pasokan dari Amerika Serikat,” imbuhnya.
Baca juga: Khofifah Salurkan Sapa Bansos 2026 di Sampang, Ribuan Warga Rentan Dapat Bantuan
Khofifah menilai langkah yang dilakukan Menteri ESDM tersebut merupakan upaya antisipatif dan mitigatif agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Menurut saya pemerintah sudah berikhtiar mencari berbagai opsi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat tercukupi,” pungkasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Tuban dan Jawa Timur agar tetap tenang dan membeli BBM maupun LPG sesuai kebutuhan.