Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Menurut Ulama Sebelum Puasa
Ansar March 08, 2026 03:19 AM

TRIBUN-TIMUR.COM – Berikut bacaan niat dan tata cara mandi wajib atau mandi junub, serta penjelasan mengenai hukum menunda mandi junub hingga waktu Subuh saat menjalankan puasa Ramadhan.

Umat Islam diwajibkan  mandi wajib setelah mengalami hadas besar agar kembali dalam keadaan suci.

Mandi junub dilakukan setelah berhubungan badan, keluar mani, maupun setelah perempuan selesai dari masa haid atau nifas.

Namun, tidak sedikit orang yang terkadang belum sempat melakukan mandi junub hingga waktu Subuh tiba, lalu baru mandi setelah masuk waktu puasa. L

antas, apakah puasanya tetap sah?

Para ulama menjelaskan bahwa seseorang yang masih dalam keadaan junub saat waktu Subuh di bulan Ramadhan tetap diperbolehkan mandi setelah fajar.

Dengan demikian, puasa yang dijalankan tetap sah selama ia telah berniat puasa sejak malam hari.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, seseorang yang belum mandi junub hingga waktu Subuh tetap diperbolehkan menjalankan puasa dan puasanya dinilai sah.

Meski demikian, yang lebih utama adalah mandi junub sebelum Subuh agar dapat memulai puasa dalam keadaan suci dari hadas besar.

Pendapat ini juga dijelaskan oleh ulama fiqih Syaikh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab Al‑Fiqh al‑Islami wa Adillatuhu.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang masih dalam keadaan junub ketika waktu Subuh tiba, kemudian baru mandi setelah fajar, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu diqadha.

Kebolehan menunda mandi junub hingga Subuh ini juga berdasarkan hadis dari istri Nabi, Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Salamah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj disebutkan:

“Sesungguhnya Nabi SAW pernah ketika waktu Subuh dalam keadaan junub karena berhubungan, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.”

 Bacaan Niat Mandi Wajib
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu ghusla li raf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'ala.

Tata Cara Mandi Wajib

Berikut tata cara mandi wajib yang benar:

Membaca niat mandi wajib.

Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.

Membersihkan bagian tubuh yang kotor, terutama kemaluan.

Mencuci kembali tangan menggunakan sabun.

Berwudhu seperti wudhu untuk salat.

Membasahi kepala dengan air sebanyak tiga kali hingga ke pangkal rambut.

Mengurai rambut dengan jari agar air sampai ke kulit kepala.

Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari bahu kanan lalu bahu kiri hingga seluruh tubuh terkena air.
 
Sunnah Saat Mandi Junub

Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat mandi junub, sebagaimana dijelaskan oleh Al‑Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, antara lain:

Membasuh tangan tiga kali.

Membersihkan najis atau kotoran di tubuh.

Berwudhu dengan sempurna.

Mengguyur kepala tiga kali sambil berniat menghilangkan hadas besar.

Mengguyur tubuh sebelah kanan tiga kali, lalu kiri tiga kali.

Menggosok seluruh tubuh.

Menyela rambut dan jenggot.

Mengalirkan air ke lipatan kulit dan pangkal rambut.

Dengan mengikuti tata cara tersebut, mandi wajib dapat dilakukan dengan benar sehingga seseorang kembali dalam keadaan suci dari hadas besar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.