Kisah Haru Yatemi Nenek Penjual Buah di Nganjuk Ditipu Pembeli, Dagangan Diborong Pakai Uang Mainan
Samsul Arifin March 08, 2026 06:30 AM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kisah pilu dialami seorang nenek penjual buah di Kabupaten Nganjuk. 

Perempuan lanjut usia bernama Yatemi (80) menjadi korban penipuan setelah seorang pembeli membayar dagangannya menggunakan uang mainan senilai Rp100 ribu.

Nenek tersebut terduduk lesu di kursi kayu ruang tamu rumahnya, Gang Sumur Bur, Lingkungan Bleton, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. 

Sesekali ia menundukkan pandangan, seolah merenungi sesuatu. 

Perempuan lanjut usia (lansia) itu bernama Yatemi (80). 

Yatemi tengah merana. Masih menancap dalam ingatannya, kejadian dia ditipu pembeli yang membayar pakai uang mainan senilai Rp 100 ribu, beberapa hari lalu. 

Kala itu Yatemi menjajakan dagangan buah dan bahan dapur di trotoar Jalan Raya Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. 

Baca juga: Rumahnya Ambruk Diguyur Hujan & Angin Kencang, Nenek Berusia 90 Tahun di Situbondo Selamat

Videonya Viral di TikTok

Kisah Yatemi ini sempat diabadikan oleh warga lewat kamera ponsel. 

Video tersebut lantas diunggah akun TikTok @hallo_kamu hingga viral. 

Yatemi bercerita pembeli yang menipunya merupakan seorang laki-laki. 

Pembeli tersebut menghampiri lapak Yatemi untuk memborong pisang. Jumlahnya sebanyak empat sisir pisang. 

Baca juga: Nenek Dianiaya karena Dituduh Jadi Dukun Santet, Puluhan Anggota Keluarganya Emosi dan Cari Pelaku

Bukan hanya itu, pelaku turut membeli terong, bawang merah, dan tomat, masing-masing satu kantong plastik seberat sekitar 1,5 kilogram.

"Saya tak menaruh curiga saat pembeli itu datang dan membeli dagangan saya," katanya, Sabtu (7/3/2026). 

Kemudian, pria tersebut membayar dengan selembar uang. 

Alami Gangguan Penglihatan

Yatemi mengalami gangguan pada penglihatannya.

Karenanya, kondisi ini menjadi kendala bagi Yatemi dalam membedakan uang asli atau palsu. Uang tersebut pun ia terima. 

"Saya diberi uang selembar. Selanjutnya, pembeli minta kembalian Rp 25 ribu," ungkapnya. 

Pria tersebut bergegas meninggalkan lapak, usai Yatemi menyerahkan uang kembalian. 

Sampai kini, Yatemi masih menyimpan uang mainan itu di dompetnya.

"Saya baru mengetahui kalau itu uang mainan dari warga," paparnya. 

Cuplikan video viral tentang Yatemi ternyata menyedot perhatian warganet. 

Bahkan, sejumlah orang mendatangi rumah Yatemi untuk menyalurkan bantuan. Termasuk, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. 

"Saya sudah mengikhlaskan kejadian ini," tutupnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.