Ramai Roti MBG Berjamur di SD Malnu Menes Pandeglang, KSPPG Bakti Mandiri : Sudah Diganti 
Ahmad Tajudin March 08, 2026 07:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) dapur Bakti Mandiri di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten akhirnya buka suara terkait menu roti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjamur. 

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada para siswa sekolah SD Malnu Pusat Menes di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, sebelumnya dikeluhkan orang tua siswa. 

Menu yang diberikan kepada para siswa dinilai tidak sesuai. Bahkan terdapat roti tawar satu pack yang sudah berjamur. 

Kepala SPPG dapur Bakti Mandiri Menes, Wahyudin, mengakui bahwa roti berjamur yang sempat dikeluhkan orang tua siswa tersebut benar adanya. 

Namun, pihak supplier roti sudah mengganti roti yang berjamur tersebut dengan roti yang baru kepada si penerima manfaat. 

"Iya, tapi sudah diganti. Dan kalau pun ada yang begitu lagi bisa langsung ditukar," kata Wahyudin dalam keterangan tertulisnya kepada TribunBanten.com, Sabtu (7/3/2026). 

Ia mengungkapkan, roti yang dikeluhkan tersebut berasal dari produk UMKM wilayah Menes.

Menurutnya, kehadiran SPPG di setiap wilayah harus memberikan dampak terhadap potensi lokal yang ada. 

"Kami pihak dapur tentunya mengikuti aturan BGN, agar membeli produk UMKM di daerah sekitar. Berhubung di Menes ada pabrik roti tawar, kita pesan dengan harapan bisa memajukan UMKM yg bersifat home industri," bebernya. 

Baca juga: Menu MBG di SD Malnu Menes Pandeglang Diprotes Wali Murid : Rotinya Berjamur, Menunya Tak Masuk Akal

"Namun jika ada cacat produksi, tentunya pihak dapur meminta ada pergantian produk," tambahnya. 

Ia menyebut, jumlah penerima MBG yang disajikan dapur SPPG Bakti Mandiri ada 3.388 penerima manfaat. 

SPPG Bakti Mandiri juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua siswa yang mengeluhkan terkait menu tersebut. 

"Kami mohon maaf, ini menjadi bahan evaluasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya. 

Supplier roti tawar Aly Bakery sampaikan permohonan maaf 

Pemilik roti tawar Aly Bakery, Rusman Fauzi, mengaku sudah mengganti roti yang berjamur tersebut. 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat terutama orang tua siswa terdapat roti yang berjamur. 

"Saya selaku produsen roti tawar menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, atas kejadian ini, dan semoga dapat dimaklumi," kata Rusman dalam keterangan tertulisnya. 

Ia mengaku, sudah mengganti roti yang berjamur tersebut. 

"Adapun hal-hal yang berkaitan dengan masalah roti, saya selaku produsen produk sudah mengganti produk yang rusak ke pihak penerima dengan yang baru," tambahnya. 

Terkait kerja sama produk, ia mengaku terbuka dan transparan terhadap pelayanan maupun pembuatan rotinya. 

"Kami selalu terbuka dengan segala persiapan yang lebih matang, agar kejadian ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Baca juga: Jadwal Pemakaman Vidi Aldiano Hari Ini, Minggu 8 Maret 2026 di TPU Tanah Kusir

Menu MBG di SD Malnu Menes Pandeglang Diprotes Wali Murid 

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada para siswa sekolah SD Malnu Pusat Menes di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten dikeluhkan orang tua siswa. 

Menu yang diberikan kepada para siswa dinilai tidak sesuai. Bahkan terdapat roti tawar satu pack yang sudah berjamur. 

Orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya berjenis kelamin perempuan mengatakan, menu MBG yang diterima siswa antara lain, satu pack roti, satu buah apel, dua buah susu kotak dan ager. 

"Iya tadi rame digrup wali murid, komplen rotinya berjamur. Kalau ngitung harga, menunya itu gak masuk akal," katanya keada TribunBanten.com dalam sambungan telepon, Kamis (5/3/2026) malam. 

"Kan kita tahu jatah anak itu Rp10 ribu ya kan, dia mah gak nyampe segitu. Paling Rp6 sampai Rp7 ribu, kalau dihitung ulang paling tidak masuk. Makanannya tidak layak konsumsi aja," tambahnya. 

Wali murid ini menyebutkan, menu yang diberikan kepada para siswa untuk tiga hari. 

"Iya, itu untuk tiga hari, terus Minggu kemarin juga sama menunya gak sesuai," ujarnya. 

Ia mengungkapkan, para wali murid di sekolah tersebut mengeluhkan menu bukan hanya satu atau dua kali saja, melainkan sudah sangat sering. 

Bahkan, kata dia, pihak sekolah juga sudah beberapa kali komplen kepada pihak SPPG, akan tetapi tidak pernah ditanggapi. 

"Sering, gurunya juga tahu kok, sekolah juga sudah beberapa kali komplen gak pernah ditanggapi sama SPPG," katanya. 

"Setiap wali murid komplen, pasti di share sama guru nama SPPG nya. Mungkin hampir semua, nge WhatsApp SPPG itu yah. Jawabannya nanti diperbaiki, tapi gitu aja gak ada perbaikan," tambahnya. 

Jurnalis TribunBanten.com, sudah berupaya mengkonfirmasi pihak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) Dapur Bakti Mandiri Menes Menes 3, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.