Sebanyak empat rumah di Kampung Pasir Melati, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, terdampak akibat longsor.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB siang.
Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lebak sejak dua hari terkahir, di tambah Sungai Ciujung meluap yang mengakibatkan tanah di bantaran sungai amblas.
Dalam insiden ini, satu rumah pada bagian dapur bahkan terjatuh dan terbawa aliran sungai Ciujung.
Tak hanya itu, tanah di samping rumah milik warga juga terlihat sudah terkikis.
Lokasi Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, menuju ke Kantor Bupati Lebak di Rangkasbitung berjarak sekitar 10-15 kilometer, dengan jarak tempuh sekitar 15-20 menit.
Seorang warga yang terdampak, Munipa (45), mengungkapkan tanda-tanda longsor sudah ia rasakan sejak pagi hari.
Ia juga mengaku sempat mendengar suara retakan dari bagian dapur sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun sekitar pukul 13.00 WIB, rumah pada bagian dapurnya sudah ambruk.
"Saya dengar suara 'kretek-kretek' dari dapur sekitar jam 10 pagi. Saya langsung bilang ke anak, jangan ke dapur karena takut runtuh," ujarnya saat ditemui di lokasi.
"Pas saya lihat ke dapur sudah besar retakannya. Saya mau ambil barang-barang, tapi tiba-tiba langsung longsor," tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, dapur dan bagian kamar rumahnya rusak parah.
Sejumlah perabotan rumah tangga pun hanyut terbawa arus.
"Alat dapur semuanya baju. Dapur juga hancur," tuturnya.
Munipa bersama keluarganya kini terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudaranya, khawatir terjadi longsor susulan.
"Sementara saya ngungsi ke rumah saudara. Harapannya semoga cepat dapat bantuan," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tanah di sekitar lokasi masih lahir khawatir longsor susulan.
"Tanahnya masih labil dan masih bisa longsor lagi. Air sungai juga masih besar," ujarnya.
Ia berharap kepada para pihak terkait, untuk segera menangani persoalan yang dialami warga.
"Kami pemerintah bisa segera datang meninjau, dan membantu warga yang terdampak," pungkasnya.