Jakarta (ANTARA) -
Hasil penelitian menunjukkan manfaat penggunaan produk suplemen dalam membantu menjaga sistem imun tubuh, termasuk pada pasien berpenyakit kronis dan orang dengan obesitas.
Peneliti utama HDI Propoelix Dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (7/3), menyampaikan hasil penelitian mengenai manfaat penggunaan suplemen Propoelix bagi sistem imun pasien diabetes dan orang dengan obesitas.
"Pada pasien kronis, sistem imun tetap seimbang dan risiko peradangan tidak meningkat," kata Harli tentang hasil penelitian yang dilakukan selama 30 hari pada pekerja kantoran berusia 25-60 tahun, beberapa di antaranya mengalami obesitas dan diabetes.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan penggunaan produk suplemen tersebut membuat sel darah putih fase akut lebih siap merespons infeksi ringan, sementara profil trombosit dan neutrofil tetap stabil, dan indikator inflamasi tidak meningkat.
Menurut Harli, itu penting bagi pasien diabetes atau orang dengan obesitas yang rentan mengalami komplikasi.
Namun, dia menekankan bahwa penggunaan produk suplemen hanya bisa membantu menjaga sistem imun, bukan menggantikan pengobatan standar.
"Ini sebagai pelengkap, bukan pengganti terapi medis," ujarnya.
Harli menyampaikan bahwa studi tentang pengaruh penggunaan produk suplemen terhadap imunitas yang dia lakukan masih terbatas.
"Durasi penelitian hanya 30 hari dan peserta terbatas pada pekerja kantoran dewasa. Efek jangka panjang dan penggunaan pada kelompok lain, seperti ibu hamil atau pasien autoimun, masih perlu penelitian lebih lanjut," ia menjelaskan.
Hasil penelitian yang memberikan gambaran awal tentang modulasi sistem imun pada pasien dengan gangguan metabolik, menurut dia, bisa menjadi dasar studi lanjutan untuk menilai efektivitas dan keamanannya pada populasi lebih luas.
Para peneliti menekankan pentingnya penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.







