SURYA.co.id, Surabaya - Konflik di Timur Tengah belum berdampak signifikan pada jemaah umrah asal Indonesia. Aktivitas ibadah di Makkah dan Madinah tetap berjalan aman, sementara kendala lebih banyak terjadi pada penerbangan transit melalui negara-negara kawasan tersebut.
CEO Persada Indonesia sekaligus Wakil Ketua ASPHIRASI, Syarif Hidayatullah, menegaskan bahwa jemaah umrah asal Indonesia yang berada di Makkah dan Madinah masih dapat beribadah dengan aman.
“Jemaah di Makkah dan Madinah masih beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman. Hingga saat ini tidak ada gangguan berarti bagi jemaah kami,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kondisi di Arab Saudi masih kondusif dan belum ada travel warning terhadap penerbangan menuju Jeddah maupun Madinah.
Pemerintah Arab Saudi juga menyatakan akan memprioritaskan keamanan warga serta jemaah yang datang ke Tanah Suci.
Baca juga: Keberangkatan Jemaah Umrah Jatim Tertunda Imbas Konflik Iran-Israel Amerika Serikat
Syarif menjelaskan bahwa kendala lebih banyak terjadi pada penerbangan transit di kawasan Timur Tengah.
Penerbangan direct seperti Garuda Indonesia dan Saudia masih berjalan normal karena tidak melintasi wilayah konflik.
Meski demikian, pihak travel tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi keterlambatan atau penundaan penerbangan.
Penyelenggara umrah akan menyediakan akomodasi, kebutuhan selama masa menunggu, serta berkoordinasi dengan maskapai untuk mencari solusi.
Syarif menambahkan, minat jemaah untuk berangkat periode Syawal tetap tinggi. Dari sekitar 400 calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam tiga hingga empat minggu ke depan, hanya dua orang yang membatalkan keberangkatan.
“Artinya tingkat pembatalan sangat kecil, hanya sekitar 0,5 persen,” jelasnya.