BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kepolisian mengungkap kasus temuan mayat di Jalan Sukamara Banjarbaru saat waktu berbuka puasa di Barbershop atau tempat cukur rambut.
Korban ditemukan meninggal pada saat waktu berbuka puasa di Jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatana Lianganggang, Banjarbaru, Rabu (4/3/2026).
Belakangan, pria yang dijetahui bernama Ahmad Aprianor (32) pendatang asal Nagara Kabupaten HSS tersebut bukanlah korban pembunuhan, melainkan meninggal karena penyakit stroke.
Kanit Reskrim Polsek Lianganganggang, Iptu Isman Riskadany mengatakan, hasil dari autopsi, korban dinyatakan meninggal dunia karena gejala stroke yang memicu pendarahan luas di beberapa bagian otak depan, belakang, dalam bagian kiri, dan batang otak.
Temuan medis lainnya, terdapat luka benturan di dahi, pelipis, hingga ubun-ubun yang diduga karena benturan.
Kemudian, adanya iritasi kemerahan pada tenggorokan yang diduga akibat mengonsumsi cairan bersifat basah. Serta, ditemukan juga penyempitan pada pembuluh darah jantung.
Dengan hasil pemeriksaan medis tersebut, kepolisian menyimpulkan kematian korban bukan karena kekerasan melainkan karena sakit.
Baca juga: THR Untuk 60.718 ASN Kementerian dan Lembaga di Kalsel Terus Disalurkan
“Kematian disebabkan oleh faktor penyakit, bukan karena kekerasan atau tindakan tidak wajar dari orang lain. Luka di dahi dipastikan bukan penyebab utama kematian,” katanya.
Sebelumnya, warga Jalan Sukamara dibuat geger dengan temuan pria dalam kondisi tidak bernyawa Rabu (4/3/2026) petang.
Seorang pria ditemukan meninggal dalam bangunan Barbershop atau tempat cukur rambut Nuansa Barber di Sukamara.
Setibanya di lokasi, kepolisian dari Unit Inafis Polres Banjarbaru langsung memasang garis polisi dan melakukan Olah TKP di lokasi temuan.
Korban diketahui merupakan warga pendatang asal wilayah Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel.
I juga diketahui merupakan karyawan atau pekerja di Barbershop Nuansa Barber lokasi ia ditemukan meninggal.
Mayat yang ditemukan tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ulin di Kota Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan kepentingan penyelidikan.(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)