Dukung Swasembada Jagung, Polres SBT Gelar Penanaman Serentak di Desa Namatimur
Ode Alfin Risanto March 08, 2026 10:52 AM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pada Sabtu (7/3/2026), jajaran Polres SBT memulai kegiatan penanaman bibit jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di kawasan pertanian Desa Namatimur, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan agenda penanaman jagung serentak nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri secara virtual.

Baca juga: BADKO HMI Maluku Pilih tak Komentar Soal Kader Dipolisikan Buntut Pembakaran Fasilitas Kampus ‎

Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 8 Maret 2026: Hampir Semua Wilayah di Maluku Hujan Ringan

Wakapolres SBT, Kompol Johani Titus, yang hadir langsung di lokasi mengatakan, program penanaman jagung tersebut telah memasuki tahun kedua sejak pertama kali digulirkan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata kepolisian terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya swasembada jagung di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Ini adalah bentuk nyata dukungan jajaran kepolisian terhadap program pemerintah, khususnya ketahanan pangan dan swasembada jagung di wilayah Kabupaten SBT,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, lahan seluas 1,5 hektar kembali dimanfaatkan untuk penanaman jagung pada musim tanam tahun ini.

Dengan masa tanam sekitar tiga hingga empat bulan, Polres SBT memproyeksikan hasil panen jagung dapat mencapai 5 hingga 7 ton jagung berkualitas.

Namun, kawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada satu komoditas saja.

Polres SBT menerapkan sistem pertanian terpadu dengan menanam berbagai komoditas lain, seperti pepaya dan alpukat. Selain itu, sisa lahan juga dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan ayam serta kolam ikan.

Dalam pelaksanaannya, Polres SBT juga menggandeng kelompok tani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan proses perawatan tanaman, pemupukan hingga pencegahan hama dapat berjalan secara maksimal.

Johani menegaskan, ketersediaan jagung memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, karena selain sebagai bahan pangan alternatif, jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak.

“Ketersediaan jagung sangat penting untuk ketahanan pangan kita. Selain sebagai bahan baku pangan alternatif, hasilnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pakan ternak,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya antisipasi terhadap ketidakpastian global yang dapat berdampak pada sektor pangan.

Menurutnya, meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah dunia, termasuk Timur Tengah, berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan global.

Karena itu, penguatan swasembada pangan lokal dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan geopolitik di masa mendatang.

“Kita harapkan nanti hasil panen jagung ini benar-benar bisa membawa manfaat yang lebih luas untuk masyarakat,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.