TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim mulai menantikan datangnya malam Lailatul Qadar.
Malam yang diyakini penuh kemuliaan tersebut disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Meski waktunya tidak diketahui secara pasti, banyak ulama menyebut Lailatul Qadar biasanya hadir pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah menjelang akhir bulan puasa.
Baca juga: Lailatul Qadar 2026: Keutamaan, Tanda Kemunculan, dan Ciri Orang yang Mendapatkannya Menurut Ulama
Malam Lailatul Qadar tersebut penuh dengan keberkahan dan ampunan.
Setiap umat Muslim yang beribadah di bulan suci Ramadan, diganjar pahala yang berlimpah dari Allah SWT.
Namun tak ada yang tahu kapan waktu pasti kedatangan Lailatul Qadar ?
Malam ini lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Seperti yang sudah disebutkan dalam Al-Quran terdapat dalam Surah Al-Qadr pada ayat ke-3, yang berbunyi:
Artinya:
“Malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Sehingga, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan beribah khususnya di 10 malam terakhir bulan puasa.
Berikut penjelasan mengenai waktu, keutamaan, hingga amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar pada Ramadan 2026 dihimpun dari Grid.id:
Karena waktu lailatul qadar tak diketahui secara pasti, simak tanda-tanda kemunculannya:
Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar di Ramadan 2026? Tanda-tanda dan Amalan Utama untuk Meraihnya
Meskipun tidak diketahui secara pasti, sejumlah ulama menjelaskan beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan kemunculan malam Lailatul Qadar.
Mengutip Tribunnews.com, beberapa di antaranya adalah cuaca yang cenderung tenang dan tidak dalam keadaan hujan.
Malam tersebut juga tidak terasa terlalu panas dan langit biasanya tampak cerah.
Selain itu, banyak orang merasakan ketenangan dan kekhusyukan yang lebih mendalam saat beribadah.
Tanda lainnya adalah matahari yang terbit pada pagi harinya terlihat putih dan tidak memancarkan sinar yang menyilaukan.
Meski demikian, umat Islam diingatkan agar tidak hanya mencari tanda-tandanya saja.
Yang lebih penting adalah menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan 2026 dengan berbagai ibadah.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul setiap tahun adalah kapan malam Lailatul Qadar terjadi.
Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Para ulama menyebutkan bahwa malam penuh kemuliaan ini biasanya muncul pada malam-malam ganjil di akhir Ramadan.
Karena Ramadan 2026 diperkirakan berlangsung pada Maret 2026, maka beberapa malam yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar antara lain malam ke-21, malam ke-23, malam ke-25, malam ke-27, dan malam ke-29 Ramadan.
Di antara malam-malam tersebut, malam ke-27 Ramadan sering diyakini oleh banyak ulama sebagai waktu yang paling berpeluang menjadi Lailatul Qadar.
Meski demikian, kepastian waktunya tetap menjadi rahasia Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan 2026 agar tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan malam yang sangat istimewa tersebut.
Baca juga: Menggapai Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan, 2 Amalan Utama yang dapat Ditunaikan
Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Istilah Lailatul Qadar berasal dari dua kata, yaitu “lailah” yang berarti malam dan “al-qadr” yang bermakna kemuliaan atau penetapan. Karena itu, malam ini sering dimaknai sebagai malam kemuliaan sekaligus malam penentuan takdir.
Menurut keyakinan umat Islam, pada malam ini Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Selain itu, malam tersebut juga diyakini sebagai waktu ketika takdir manusia untuk satu tahun ke depan ditetapkan.
Makna ini membuat Ramadan 2026 menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Malam Lailatul Qadar memiliki berbagai keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam.
Mengutip Kompas.com, Kamis (5/3/2026), salah satu keutamaannya adalah pahala amal ibadah yang dilipatgandakan hingga lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Artinya, setiap amal baik yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar. Selain itu, pada malam Lailatul Qadar para malaikat diyakini turun ke bumi membawa keberkahan bagi umat manusia.
Malam ini juga menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memanjatkan doa. Banyak umat Islam meyakini bahwa doa yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar lebih mudah dikabulkan.
Dosa-dosa seseorang juga diyakini dapat diampuni apabila ia beribadah dengan penuh keimanan dan keikhlasan selama Ramadan 2026.
Agar tidak melewatkan malam penuh kemuliaan ini, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak salat malam seperti salat tarawih, tahajud, dan witir.
Lalu, membaca dan mengkaji Al-Qur’an. Itu juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadan 2026 karena pahalanya dilipatgandakan.
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan doa khusus yang dibaca saat mencari malam Lailatul Qadar, yaitu:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Artinya, “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”
Selain itu, melakukan iktikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan 2026 agar dapat lebih fokus beribadah.
Memperbanyak taubat juga menjadi amalan penting karena Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memohon ampunan dan memperbaiki diri.
Baca juga: Hadits Carilah Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir dan Doa yang Dibaca di Malam Seribu Bulan
Wanita yang sedang mengalami haid atau nifas tetap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar meskipun tidak melaksanakan salat atau puasa.
Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain memperbanyak zikir dan membaca shalawat. Mereka juga dapat mendengarkan tilawah Al-Qur’an atau mengikuti kajian keislaman.
Bersedekah serta membantu orang lain juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Dengan niat yang tulus, setiap kebaikan tetap bernilai pahala di sisi Allah SWT selama Ramadan 2026.
Karena waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah.
Dengan begitu, peluang untuk meraih keberkahan malam seribu bulan pada Ramadan 2026 menjadi semakin. (*)