Batam (ANTARA) - Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan berhasil menemukan satu anak buah kapal (ABK) dalam kecelakaan tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, dalam kondisi selamat pada Minggu pagi.

Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang Fazzli mengatakan penemuan korban merupakan hasil operasi SAR yang dilakukan dengan perencanaan matang sejak awal.

“Operasi SAR kapal tugboat yang terbalik di PT ASL, hari ini merupakan pencarian hari ketiga. Alhamdulillah pada pagi hari sekitar pukul 05.00 korban Yusuf Tankin berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Fazzli saat dikonfirmasi di Batam, Minggu.

Ia menjelaskan sejak awal tim SAR menduga korban masih berada di dalam kapal.

“Oleh karena itu, proses evakuasi dengan upaya penarikan kapal ke tepi dan membalikkan kapal membutuhkan waktu karena memerlukan peralatan yang memadai,” kata dia.

Setelah kapal berhasil dibalikkan, tim gabungan yang terdiri dari manajemen PT ASL, Basarnas, TNI, dan Polri melakukan pengecekan pada lambung kapal sebelum melanjutkan proses penyelaman.

“Korban ditemukan di ruang mesin. Di dalam ruang tersebut masih ada air pocket atau kantong udara yang memungkinkan korban untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Dengan ditemukannya Yusuf Tankin, operasi SAR terhadap kecelakaan kapal tersebut resmi berakhir.

Dari total lima orang kru yang berada di kapal, dua orang dinyatakan selamat dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

Korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari yang merupakan ABK kapal. Sementara tiga korban yang meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat sebagai kepala kamar mesin.

Sebelumnya, Kantor SAR Tanjungpinang menerima informasi kecelakaan tersebut pada Jumat (6/3) pukul 17.57 WIB dari seorang pelapor.

“Tim kami dari Batam langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.05 WIB untuk melakukan koordinasi dengan Polairud, KPLP dan pihak PT ASL,” kata Fazzli.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat tugboat tersebut sedang menarik kapal kargo Kyparissia yang tengah menjalani proses docking di kawasan galangan PT ASL Tanjung Uncang Batam.

Insiden tersebut menambah terhadap rentetan kecelakaan kerja (laka kerja) yang telah terjadi di PT ASL Batam. Sebelumnya di tahun 2025 terdapat empat laka kerja yang terjadi di galangan kapal tersebut, dengan tiga dari empat insiden memiliki korban jiwa.

Pada 24 Juni 2025 terjadi kebakaran di kapal MT Federal II yang menyebabkan empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Kemudian pada 15 Oktober 2025 kembali terjadi insiden di kapal yang sama yang menewaskan 14 orang serta melukai 17 pekerja lainnya. Selanjutnya pada 29 Desember 2025 dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat melakukan pengecatan kapal.

Kebakaran juga kembali terjadi pada 25 Januari 2026 di kawasan galangan tersebut, namun dalam kejadian itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa.