Pemprov Papua Tengah Sebut UT Jayapura Jawaban Pendidikan di Daerah Tersulit
Marius Frisson Yewun March 08, 2026 11:12 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Universitas Terbuka (UT) Jayapura melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Nabire secara resmi menyelenggarakan kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ).

Acara yang berlangsung di Islamic Center, Jalan Merdeka, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut.

​Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UT Jayapura, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah.

LPKBJJ sendiri merupakan rangkaian pembekalan bagi mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan sistem perkuliahan mandiri yang menjadi ciri khas Universitas Terbuka.

Baca juga: Anggota MRP Pegunungan Minta Gubernur Jhon Tabo Lanjutkan Program Beasiswa untuk Anak Asli Papua

​Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Tengah, Alanthino Wiay memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi UT dalam menjangkau pelosok negeri.

Menurut dia, kehadiran UT di Nabire adalah jawaban nyata atas tantangan geografis yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat Papua Tengah dalam mengenyam pendidikan tinggi.

​"Dengan sistem pendidikan jarak jauh, putra-putri daerah kini tetap dapat menimba ilmu setinggi mungkin tanpa harus meninggalkan tanggung jawab keluarga maupun pekerjaan mereka," kata Alanthino dalam sambutannya yang diperoleh Tribun-Papua.com, Sabtu, (7/3/2026) sore.

​​Dalam kesempatan tersebut, Alanthino menekankan tiga poin utama kepada para mahasiswa baru agar sukses menjalani masa studi yaitu pertama, soal transformasi menjadi mahasiswa mandiri.

Baca juga: KNPI Jayawijaya Kawal Seleksi Anggota DPRK Jalur Otsus: Jangan Ubah Hasil, Ini Hak Demokrasi

Menurut dia, orientasi studi mahasiswa baru adalah fase awal perubahan pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa yang dituntut memiliki kemandirian tinggi dalam belajar.

Kemudian yang kedua mengenai penguasaan teknik belajar jarak jauh, yang mana para mahasiswa diminta menguasai teknik belajar mandiri agar dapat mengatur waktu secara efektif, sehingga mampu lulus tepat waktu dengan hasil yang memuaskan.

Lalu ketiga mengenai optimalisasi fasilitas akademik yang mana para mahasiswa baru, dapat memanfaatkan workshop tugas dan klinik ujian sebagai sarana mengasah pemahaman akademik agar tantangan teknis tidak menghambat prestasi.

Dengan dimulainya kegiatan ini, Alanthino bilang, angka partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Papua Tengah terus meningkat, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan generasi emas Papua yang kompetitif di kancah nasional.

Baca juga: Warga Sentani Geger, Rumah Dua Lantai di Kawasan BTN Doyo Grand Waibu Hangus Dilalap si Jago Merah

Dia berharap kegiatan ini dapat melahirkan lulusan yang berkualitas.

Alanthino juga menitipkan pesan kepada pengajar di UT untuk membimbing mahasiswa tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara moral agar mereka menjadi sarjana yang tidak hanya pintar, tetapi memiliki integritas untuk membangun daerahnya.

"Kepada mahasiswa, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Suatu hari nanti, kalian bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga tumpuan harapan bagi kemajuan Papua Tengah," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.