TRIBUNJATENG.COM - Pesawat milik Garuda Indonesia dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian hidung atau radome setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Sabtu (7/3/2026) petang.
Kerusakan tersebut diketahui setelah pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Pekanbaru tiba di bandara sekitar pukul 17.15 WIB.
Bagian moncong pesawat dilaporkan mengalami penyok cukup parah di sisi kiri.
Salah satu penumpang, Rizki Ganda Sitinjak (29), mengaku terkejut setelah melihat kondisi pesawat saat turun dari kabin.
"Saya dan penumpang lainnya lihat moncong pesawat rusak setelah mendarat.
Ya kami kaget, syok-lah, Bang. Untung selamat," ujar Rizki saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu.
Ia menuturkan selama penerbangan tidak terdengar adanya benturan yang mencurigakan.
Namun, sebelum pesawat melakukan pendaratan, sempat terjadi turbulensi ringan.
Baca juga: TNI Siaga 1 Antisipasi Konflik Iran, Panglima Perintahkan Pangkotamaops, Kohanudnas hingga Bais
"Sebelum landing ada awan hitam. Pesawat sempat turbulensi, tetapi tidak kuat.
Tapi, tidak ada dengar suara benturan. Pas keluar dari pintu pesawat, kami kaget melihat moncongnya rusak cukup parah," ucap Ganda.
Pihak pengelola bandara membenarkan adanya kerusakan pada pesawat tersebut.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada bagian radome atau hidung pesawat di sisi kiri.
"Kerusakan pada radome (hidung pesawat) sisi kiri pesawat.
Setelah mendarat, inspeksi visual oleh teknisi dan kru pesawat menunjukkan bahwa radome mengalami kerusakan cukup berat," kata Achmad kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu malam.
Menurutnya, hingga saat ini pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kerusakan pada pesawat tersebut.
Akibat kerusakan tersebut, jadwal penerbangan pesawat yang seharusnya kembali menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan.
Sebanyak 30 penumpang yang semula dijadwalkan berangkat dari Pekanbaru menuju Jakarta kemudian dialihkan menggunakan penerbangan maskapai lain.
"Penumpang sebanyak 30 orang, yang sedianya naik Garuda dari Pekanbaru (PKU) ke Bandara Soekarno Hatta (CKG), dialihkan ke penerbangan Citilink dari Pekanbaru ke Bandara Halim Perdanakusuma (HLP). Diberangkatkan pada pukul 19.12 WIB," kata Achmad.
Para penumpang akhirnya diberangkatkan melalui penerbangan Citilink dari Pekanbaru menuju Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada pukul 19.12 WIB.