TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Permukiman warga di kawasan Kebon Pala, RW 04 dan RW 05, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur terendam banjir pada Minggu (8/3/2026).
Warga sekitar, Joni (47) mengatakan banjir luapan Kali Ciliwung dengan ketinggian 160 sentimeter mulai merendam permukiman warga sejak Sabtu (7/3/2026) sekira pukul 20.00 WIB.
"Pas Sahur itu ketinggian air sudah 1 meter lebih. Jadi warga sahur jadinya sambil banjir-banjiran. Ya lumayan menganggu juga sih lagi enak-enaknya sahur," kata Joni, Minggu (8/3/2026).
Menurut warga banjir luapan Kali Ciliwung dipicu debit air kiriman dari Depok dan Bogor, serta tingginya intensitas curah hujan yang melanda Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
Meski banjir terbilang tinggi tapi hingga kini belum ada warga sekitar yang mengungsi, mereka memilih bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing menanti banjir surut.
"Informasinya di (Bendungan) Katulampa sama (Pos Pantau) Depok ketinggian air sedikit naik walaupun enggak sampai siaga. Apalagi semalam hujan deras, jadi semakin tinggi lah banjir," ujarnya.
Joni menuturkan banjir ini yang kedua kalinya merendam permukiman warga Kebon Pala kurun bulan Ramadan 1447 Hijriah, karena pada akhir bulan Februari 2026 lalu banjir serupa juga terjadi.
Letak permukiman yang berada di dataran rendah, dan terhentinya proyek normalisasi membuat warga di kawasan Kebon Pala kerap terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.
"Mudah-mudahan enggak hujan lagi di Bogor sama Jakartanya, biar bisa cepat surut banjirnya. Tapi kalau dilihat dari tadi subuh sampai siang ini sih banjir sudah sedikit surut," tuturnya.