KKG PAI Temon Kulon Progo Buat Pesantren Virtual, Manfaatkan Momentum Ramadan 1447 Hijriah
Muhammad Fatoni March 08, 2026 02:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Temon, Kulon Progo,menggagas kegiatan unik untuk para pelajar. 

Kegiatan ini dilakukan guna meramaikan momentum puasa Ramadan 1447 Hijriah tahun ini.

Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo, Tukidi, mengatakan kegiatan yang dilakukan adalah Pesantren Ramadan 1447 H.

Uniknya kegiatan pesantren digelar secara virtual.

"Kegiatannya menyasar pelajar Sekolah Dasar (SD) di seluruh Temon, yang dilakukan secara online di sekolah masing-masing," katanya pada Minggu (08/03/2026).

Pembentukan Karakter

Tukidi mengatakan pesantren virtual bertujuan untuk memastikan karakter pelajar yang bertakwa tetap terbentuk.

Termasuk memberikan penguatan spiritual bagi para peserta didik dalam memahami esensi ibadah di Ramadan.

Lewat pesantren virtual, pelajar diajak mengenali konsep Ramadan Penuh Warna dengan 4 pilar utama.

Seperti Warna Ibadah lewat peningkatan kualitas salat dan zakat serta Warna Kesabaran dalam menjaga lisan.

"Berikutnya Warna Kepedulian melalui semangat berbagi serta Warna Cinta kepada Allah dan sesama," ujar Tukidi.

Sebagai langkah konkret, Pesantren Ramadan Virtual di Temon mengimplementasikan 3 program unggulan. 

Yaitu, Program Qur'ani yang menargetkan khatam Alquran dan hapalan surat pendek.

Baca juga: Polres Kulon Progo Tingkatkan Pengawasan di JJLS Selama Ramadan Lewat KRYD

Berikutnya Program Akhlak melalui gerakan salam, senyum, dan program Sehari Tanpa Marah.

Terakhir Program Sosial yang meliputi sedekah bersama dan santunan yatim dhuafa.

"Pesantren Ramadan Virtual ini perlu jadi momentum perubahan diri untuk menjadi pribadi yang lebih taat ibadahnya, lebih indah akhlaknya, dan lebih luas cintanya," jelas Tukidi.

Pengawas SD dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Sumarsih mengapresiasi gagasan KKG PAI Temon dalam mengusung Pesantren Ramadan Virtual. Ia menilai kegiatan itu sebagai inovasi kreatif.

Menurutnya, pesantren kilat tersebut menjadi jembatan silahturahmi bagi pelajar antar SD di Temon.

Termasuk menjadi ajang saling mengenal satu sama lain sebelum dipertemukan lagi di jenjang sekolah lebih tinggi.

"Kegiatannya tetap memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi meski dilaksanakan secara daring," kata Sumarsih.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.