TRIBUNBEKASI-Harga cabai di Kabupaten Bekasi terpantau mulai turun menjadi Rp80.000 perkg jelang Idul Fitri 1447 Hijriah Minggu (8/3/2026)
Diketahui selama bulan Ramadan 1447 Hijriah sejumlah harga sembako dan pangan mengalami kenaikan harga berbeda di sejumlah kota atau kabupaten di Indonesia.
Termasuk harga sembako dan pangan di Kabupaten Bekasi juga memiliki kenaikan yang berbeda dengan kota lainnya selama bulan Ramadan.
Harga sembako dan pangan di Kabupaten Bekasi ini dapat dipantau di situs Disperdag Kabupaten Bekasi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Harga yang tertera pada situs tersebut juga berdasarkan pemantauan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Di hari ke-18 Puasa atau Jumat (6/3/2026) terlihat terjadi penurunan harga untuk beberapa jenis sembako dan pangan di Kabupaten Bekasi khususnya di Pasar Tambun.
Misalnya saja terpantau penurunan harga cukup signifikan pada Cabai Rawit yang kini Rp80.000 perkg.
Harga stabil dialami daging sapi yakni Rp140.000 perkg. Meski menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, belum terjadi kenaikan pada daging sapi.
Pun harga Telur Ayam juga masih sama di hari pertama Ramadan yakni sekitar Rp32.000 perkg.
Harga daging ayam ras di Pasar Tambun juga masih bertahan di angka Rp45.000 perkg.
Terpantau selama bulan puasa tidak ada kenaikan atau penurunan signifikan pada harga daging ayam.
Namun harga Beras Medium di Pasar Tambun Kabupaten Bekasi perliter dihargai Rp14 ribu.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah setelah melakukan pemantauan harga dan stok di Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan (5/3/2026).
Asep meninjau langsung aktivitas perdagangan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar selama Ramadan.
Ia menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga karena meningkatnya permintaan masyarakat.
“Setelah kita cek, ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat. Tapi sampai saat ini tidak ada barang yang langka, semuanya masih tersedia di pasar,” ujar Asep.
Ia menyebut komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain cabai, gula, telur, dan daging yang menjadi kebutuhan utama masyarakat selama Ramadan.
Asep menyampaikan harga cabai di pasar berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram sementara komoditas lain hanya mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu hingga Rp3 ribu.
“Yang cukup signifikan itu cabai. Harganya sekitar Rp45 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang lain kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” ujar Asep.
Baca juga: Bapak-bapak Bekasi Manfaatkan Banjir untuk Cuci Motor Bersama-sama
Ia menegaskan kenaikan harga tersebut terjadi akibat peningkatan permintaan masyarakat, bukan karena kelangkaan barang di pasar.
“Kalau dilihat dari ketersediaan barang, semuanya ada dan aman. Jadi bukan karena langka, tetapi karena kebutuhan masyarakat yang meningkat selama Ramadan,” ujar Asep.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan langkah pengendalian harga melalui operasi pasar agar masyarakat tetap dapat membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kita akan mengadakan operasi pasar. Saat ini kita juga turun langsung ke pasar untuk melihat barang-barang apa saja yang mengalami kenaikan, sehingga bisa segera dilakukan langkah penanganan,” ujar Asep.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti menjelaskan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Helmi menjelaskan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh berkurangnya produksi dari daerah pemasok akibat cuaca ekstrem.
“Kita bukan wilayah produsen cabai. Biasanya pasokan berasal dari Garut, namun di sana ada kendala cuaca ekstrem sehingga produksi berkurang dan berdampak pada harga,” ujar Helmi.
Ia menambahkan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi akan menambah pasokan dari daerah lain serta memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok bersama Satuan Tugas Pangan agar harga tetap terkendali.
Pengawasan rutin dilakukan bersama kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar.