TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di bawah langit mendung TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, sebuah kesaksian teduh mengalir dari lisan Habib Jafar Al Hadar untuk sang sahabat, Vidi Aldiano.
Bagi Habib Jafar, kepergian pelantun "Nuansa Bening" itu bukan sekadar kehilangan seorang bintang besar, melainkan kepulangan seorang hamba yang telah "dibersihkan" lewat ujian rasa sakit yang luar biasa.
Habib Jafar menyinggung perjuangan gigih Vidi yang selama bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker ginjal.
Dalam kacamata spiritual, Habib Jafar melihat rasa sakit tersebut sebagai bentuk kasih sayang Sang Pencipta.
"Sebaik-baiknya berpulang adalah dengan digugurkannya dosa kita. Dan salah satu penggugur dosa itu adalah rasa sakit," ungkap Habib Jafar usai prosesi pemakaman jenazah Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, masa tujuh tahun masa sulit yang dilewati Vidi adalah proses penggugur dosa.
"Beliau selama 7 tahun mengalami rasa sakit, yang itu penggugur dosanya insyaallah, sehingga pulang dalam keadaan sebaik-baiknya manusia," lanjutnya.
Baca juga: Richard Lee Jalani Puasa di Tahanan Polda Metro Jaya, Buka dan Sahur Disiapkan Negara
Ada satu fakta mengharukan yang baru terungkap di hari pemakamannya.
Selama ini, Vidi Aldiano ternyata menjadikan Habib Jafar sebagai mentor spiritual pribadinya.
Diam-diam, Vidi sering melaporkan perkembangan ibadahnya.
"Beliau selalu meng-update bagaimana ibadahnya, bacaan Al-Qur’annya kepada saya. Insyaallah, beliau naik ke sisi Allah bersama Al-Qur’an yang dibacanya," tutur Habib Jafar.
Wafatnya Vidi di bulan suci Ramadan—bulan turunnya Al-Qur'an—diyakini sebagai tanda kemuliaan.
Habib Jafar menegaskan, banyaknya orang yang bersaksi akan kebaikan Vidi adalah pertanda indah bagi masa depannya di akhirat.
"40 orang menyaksikan bahwa beliau orang baik, itu adalah pertanda beliau insyaallah diterima di surganya Allah. Dan saya bersaksi, Vidi Aldiano adalah orang sangat baik."
Vidi Aldiano (Oxavia Aldiano) lahir di Jakarta pada 17 Maret 1990 dan meninggal dunia pada 8 Maret 2026 di usia 35 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang diidapnya sejak 2019.
Vidi dimakamkan di TPU Tanah Kusir dengan diiringi doa dan duka mendalam dari keluarga serta rekan sejawat.