SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang remaja di Kota Lubuklinggau Sumsel nyaris babak belur dihajar massa karena disangka pelaku jambret.
Pelaku diketahui bernama Agung, warga Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.
Agung ditangkap massa setelah diteriaki jambret oleh anak korban saat melintas di Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Sabtu (7/3/2026) kemarin.
Berdasarkan informasi dihimpun, kejadian bermula ketika Agung mencuri handphone milik salah satu petugas marbot masjid di wilayah Kelurahan Simpang Periuk awal Maret lalu.
Pristiwa itu dilaporkan ke Polsek Lubuklinggau Selatan.
Baca juga: Bandit Jambret di Lubuklinggau Ini Nyaris Babak Belur Dihajar Massa, Beruntung ada Warga yang Baik
Karena korbannya seorang marbot masjid, pihak Polsek pun mengganti handphone korban.
Kemudian, pada Sabtu (7/3/2026) kemarin, kebetulan anak korban berpapasan dengan pelaku Agung, anak korban secara spontan meneriaki Agung.
Agung yang tak terima langsung berhenti dan terjadilah aksi perkelahian di antara keduanya, karena kesal anak korban pun meneriaki Agung jambret.
Warga yang melintas dan warga sekitar mendengar teriakan jambret dengan melakukan perlawanan, berupaya membantu anak korban menangkap Agung.
Agung pun nyaris menjadi bulan-bulanan massa, beruntung saat itu diselamatkan oleh warga lain dan langsung mengikat kedua tangannya.
"Warga di situ (Siring Agung) langsung ikut mengejar dan menangkap pelaku," kata Kanit Polsek Lubuklinggau Selatan, Ipda Hari Ardiansyah pada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Hari menceritakan bila aksi pelaku saat melakukan pencurian handphone korban terekam CCTV dan kemarin kebetulan berpapasan dengan anak korban.
Baca juga: Bandit Jambret Berkeliaran di Jakabaring Palembang, Rampas Ponsel Mahasiswi Langsung dari Genggaman
"Jadi anak korban itu merasa kesal, pelaku telah mengambil handphone orang tuanya, padahal handphone itu satu-satunya alat komunikasi orang tuanya," ungkapnya.
Hari mengatakan kasus kemarin sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan, mengingat pelaku masih anak di bawah umur.
Pihak keluarga pelaku dengan korban sudah membuat pernyataan apabila mengulangi akan diproses hukum.
Walaupun hasil pengembangan Agung ini pernah terlibat beberapa kali terlibat aksi penggelapan motor milik temannya.
"Jadi apabila mengulang lagi akan dilakukan proses hukum, tapi kemarin pelaku dibawa masyarakat ke Polres Lubuklinggau langsung," ungkapnya.