JDT Didiskualifikasi dari Liga Super Malaysia karena Mainkan Pemain Ilegal Harimau Malaya?
Arif Setiawan March 08, 2026 06:33 PM

JDT
JDT terancam kehilangan banyak poin di Liga Super Malaysia 2025-2026 karena memainkan pemain ilegal timnas Malaysia.

BOLASPORT.COM - Johor Darul Takzim (JDT) berpeluang mendapat dampak negatif terkait kasus pemain ilegal di timnas Malaysia.

Sebagai informasi, JDT kini diperkuat tiga nama yang terlibat kasus pemain ilegal timnas Malaysia.

Tiga nama tersebut yakni Hector Hevel, Jon Irazabal dan Joao Figueredo.

Belum lama ini, pihak Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah merilis hasil banding yang diajukan FAM.

CAS lalu menegaskan bahwa tujuh pemain ilegal timnas Malaysia dinyatakan bersalah karena telah memalsukan dokumen untuk bisa memperkuat Harimau Malaya.

Hasil ini lalu berpeluang berdampak ke nasib JDT di Liga Super Malaysia 2025-2026.

JDT bahkan bisa saja terancam kehilangan poin di semua laga yang melibatkan pemain ilegal.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Pengamat sepak bola Malaysia, Pekan Ramli.

Namun, Pekan Ramli menegaskan bahwa semua keputusan kini masih menunggu respon dari AFC.

"Pada tahap ini, kami masih menunggu Komite Disiplin AFC karena mereka belum mengumumkan implikasi penuh dari keputusan CAS."

"Namun berdasarkan logika dan peraturan, begitu CAS telah mengkonfirmasi bahwa pemalsuan dokumen telah terjadi."

"Segala sesuatu yang melibatkan para pemain tersebut berpotensi dipertanyakan," kata Pekan Ramli, dilansir BolaSport.com dari NST.com.my.

"Dalam olahraga, semuanya diatur oleh aturan. Jika aturan tersebut dilanggar dan ada dasar yang sah untuk protes, maka kasus tersebut menjadi sah menurut peraturan."

"Ini bukan tentang jumlah pemain asing yang diizinkan. Isu utamanya adalah apakah pendaftaran itu sendiri sah."

"Jika pendaftaran seorang pemain ilegal karena melibatkan dokumen palsu, maka pemain tersebut dianggap ilegal dalam istilah sepak bola," ujarnya.

Di sisi lain, Pekan Ramli juga menilai JDT bisa saja tak mendapat sanksi apa-apa.

Menurutnya, semua tergantung dengan klub Liga Super Malaysia 2025-2026 apakah berniat protes atau tidak.

"Ada juga kemungkinan bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika tidak ada protes dari klub lain."

"Tetapi keadilan dan preseden tetap penting karena tim dan asosiasi lain mengamati bagaimana aturan diterapkan," ucap Pekan Ramli.

Sementara itu, pihak Liga Super Malaysia (MFL) memastikan bahwa para pemain yang terlibat dalam kasus ini dilarang tampil di Liga Super Malaysia.

Sebagai informasi, ada empat pemain ilegal timnas Malaysia yang kini bermain di Liga Super Malaysia.

Mereka adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel yang bergabung dengan Johor Darul Takzim (JDT).

Kemudian satu nama lagi yakni Gabriel Palermo yang memperkuat Kuching City FC.

"CAS menguatkan larangan 12 bulan FIFA terhadap tujuh pemain tersebut dari pertandingan resmi."

"Sebagai hasil dari putusan CAS, tiga pemain JDT, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, serta Gabriel Palmero dari Kuching City dilarang bermain di pertandingan M-League selama masa skorsing," berikut bunyi pernyataan resmi MFL.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.