Fantastis, DPRD Sumsel Rencanakan Beli Meja Biliar Rp486 Juta untuk Rumah Dinas Pimpinan
M Zulkodri March 08, 2026 06:36 PM

BANGKAPOS.COM--Rencana pengadaan meja biliar di lingkungan pimpinan DPRD Sumatera Selatan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, anggaran yang disiapkan untuk dua unit meja biliar tersebut mencapai hampir setengah miliar rupiah.

Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sekretariat DPRD Sumatera Selatan merencanakan pengadaan dua meja biliar dengan total nilai anggaran mencapai Rp486,9 juta.

Rinciannya, meja biliar untuk Andie Dinialdie selaku Ketua DPRD Sumsel dianggarkan sebesar Rp151 juta.

Sementara meja biliar untuk Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, tercatat memiliki anggaran lebih besar yakni Rp335,9 juta.

Masih Tahap Perencanaan

Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto, membenarkan adanya data rencana pengadaan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut berasal dari pembaruan data SIRUP per 7 Maret 2026.

Menurutnya, pengadaan tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan belum masuk tahap pelaksanaan.

“Iya, itu baru masuk di e-katalog LKPP dan masih dalam tahap SIRUP atau rencana. Untuk pelaksanaannya sendiri belum dilakukan,” ujar Hadiyanto, Minggu (8/3/2026).

Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing,' paparnya.

Disinggung, kenapa hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal sendiri belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.

"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid nian dan akan ditanya ke bagian umum dulu," tuturnya.

Ditambahkan Sekwan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut, dimana wakil ketua Ilyas Panji dikatakan lebih besar anggarannya dibanding yang diperuntukan bagi ketua Andie Dinialdie.

"Nah, itulah nanti aku cek dulu ke bagian umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa pak Ilyas lebih mahal dibanding ketua, maka akan saya cek dulu. tetapi yang wakil ketua pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya dan akan saya cari Informasinya," tukasnya.

Namun demikian, rencana tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan bagian umum yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengadaan barang di DPRD Sumsel.

Usulan dari Pimpinan

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumsel, Aprizal, menjelaskan bahwa rencana pengadaan tersebut merupakan usulan dari pimpinan DPRD, bukan inisiatif dari pihak sekretariat.

“Iya, itu usulan dari pimpinan, bukan dari sekretariat,” kata Aprizal.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu alasan pengadaan meja biliar tersebut berkaitan dengan posisi Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumatera Selatan.

"Karena ketua kan adalah ketum biliar Sumsel jadi wajar," ujarnya.

Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan), dan dilihat orang karena sudah e katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing,' paparnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif tempat latihan bagi atlet biliar daerah.

Ketua DPRD Beri Penjelasan

Menanggapi polemik yang muncul, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menyatakan bahwa rencana pengadaan tersebut masih sebatas perencanaan dan belum dilakukan pembelian.

Ia mengaku telah meminta Sekretaris DPRD untuk memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.

"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).

Andie menjelaskan bahwa meja biliar yang diusulkan nantinya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat alternatif latihan bagi atlet biliar di Sumatera Selatan.

Meski demikian, ia memahami kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan anggaran daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran akibat pengurangan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.

Meski begitu, Legislator Partai Golkar ini tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.

Karena itu, Andie menegaskan bahwa rencana pengadaan tersebut masih akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi serta prioritas kebutuhan.

“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut bisa ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” ujarnya.

Rencana pengadaan meja biliar ini pun memicu perhatian publik, terutama karena nilai anggarannya yang cukup besar serta perbedaan nominal antara dua pimpinan dewan yang diusulkan menerima fasilitas tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.