TRIBUNBATAM.id, BATAM - Duka menyelimuti warga Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di pesisir perairan Tanjung, pada Minggu (8/3/2026) siang.
Korban diketahui bernama M Nofal Khairullah Sillahi, seorang pelajar yang tinggal di Tanjung Uma.
Ironisnya, bocah tersebut meninggal dunia tiga hari menjelang ulang tahunnya pada 11 Maret 2026 mendatang.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 11.15 WIB.
Awalnya, seorang saksi berinisial N sedang memancing di tepi pantai Tanjung Uma.
Saat itu, ia mendengar teriakan dari sejumlah anak-anak yang sedang berenang di laut.
Anak-anak tersebut berteriak bahwa salah satu teman mereka tenggelam.
"Dari keterangan saksi, awalnya mendengar teriakan itu dan mengatakan temannya tenggelam, saksi langsung mencoba menolong korban. Namun air sudah semakin dalam dan ombak sedang pasang," ujar Kompol Deni kepada TribunBatam.id.
Kondisi air laut yang pasang serta ombak cukup tinggi membuat saksi kesulitan melakukan pertolongan.
Tak lama kemudian, ketika hendak ditanya oleh saksi, N melihat teman-teman korvan berlari meninggalkan pantai.
Oleh karena itu, saksi melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubukbaja.
Setelah menerima laporan warga, personel Polsek Lubuk Baja langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Satpolair Polresta Barelang.
Sekira pukul 12.45 WIB, tubuh korban ditemukan mengapung di pinggir pantai Tanjung Uma.
Petugas bersama warga langsung melakukan upaya pertolongan pertama di lokasi, namun Nofal tidak menunjukkan respons.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Tanjung Uma sebelum akhirnya dirujuk ke RS Elisabeth Batam.
"Sesampainya di RS Elisabeth, setelah di cek korban dinyatakan sudah meninggal dunia," tambah Deni.
Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya berenang bersama beberapa teman seusianya di sekitar pantai.
Diduga korban tenggelam sekitar satu setengah jam sebelum akhirnya ditemukan.
Saat kejadian, kondisi air laut sedang pasang dengan ombak yang cukup tinggi.
Hal itu turut menyulitkan proses pertolongan terhadap korban.
Saat ini jenazah anak laki-laki kelahiran 2019 itu telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Kapolsek Lubuk Baja mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan saat anak-anak bermain atau beraktivitas di luar rumah apalagi di kawasan pantai maupun perairan terbuka.
Menurutnya, pengawasan dari orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami mengimbau orang tua agar selalu memantau dan mendampingi anak-anak ketika bermain atau berenang di pesisir demi keselamatan bersama," tutupnya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)