TRIBUNMANADO.CO.ID – Padi menjadi salah satu komoditas tanaman pangan penting di Sulawesi Utara (Sulut).
Sebagian besar penduduk mengonsumsinya sebagai bahan makanan pokok.
Berdasarkan "Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka 2026" yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, terdapat 14 daerah yang memproduksi padi dan beras pada tahun 2025.
Sepanjang tahun tersebut, produksi padi di Sulut mencapai 265.112 ton.
Sementara produksi berasnya tercatat 148.975 ton.
Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2024, di mana produksi padi mencapai 273.134,94 ton dan produksi beras sebesar 153.483,66 ton.
BPS mencatat data luas panen dan produktivitas tanaman pangan di tiap kabupaten/kota.
Untuk padi, hasil panen diukur dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP), kemudian dikonversi menjadi Gabah Kering Giling (GKG), dan akhirnya dihitung sebagai produksi setara beras.
Dari data tersebut, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tercatat sebagai daerah dengan produksi padi dan beras terbanyak di Sulut.
Berikut informasi lengkapnya, dilansir Tribunmanado.co.id dari laman sulut.bps.go.id pada Senin (9/3/2026).
1. Bolmong: 149.464 ton
2. Bolmut: 35.147 ton
3. Minahasa: 31.101 ton
4. Kotamobagu: 14.383 ton
5. Minsel: 9.562 ton
6. Mitra: 9.562 ton
7. Bolsel: 6.210 ton
8. Boltim: 3.754 ton
9. Tomohon: 3.224 ton
10. Minut: 3.202 ton
11. Kepulauan Talaud: 3.224 ton
12. Bitung: 75 ton
13. Kepulauan Sangihe: 27 ton
14. Manado: 22 ton
1. Bolaang Mongondow: 83.989 ton
2. Bolmut: 19.750 ton
3. Minahasa: 17.477 ton
4. Kotamobagu: 8.082
5. Minahasa Selatan: 5.373 ton
6. Minahasa Tenggara: 4.922 ton
7. Bolsel: 4.922 ton
8. Boltim: 2.109 ton
9. Tomohon: 1.812 ton
10. Minut: 1.799 ton
11. Talaud: 102 ton
12. Bitung: 42 ton
13. Kepulauan Sangihe: 15 ton
14. Manado: 12 ton
Baca juga: Daftar 7 Daerah Penghasil Buncis di Sulawesi Utara Tahun 2024, Produksi Terbanyak dari Tomohon
Sumber: