Sosok Andie Dinialdie Ketua DPRD Sumsel Disorot Soal Anggaran Meja Biliar Rp486,9 Juta, Dulu Aktivis
Shinta Dwi Anggraini March 09, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Andie Dinialdie, SE MM, Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) kini menjadi sorotan terkait rencana anggaran Rp 486,9 Juta untuk dua meja biliar di rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel.

Mengenai sosoknya, Andie Dinialdie merupakan politisi asal Baturaja, 13 April 1976.

Politisi dari Partai Golkar ini memiliki rekam jejak yang panjang, baik di dunia profesional, akademisi, maupun organisasi politik.

Andie Dinialdie dikenal sebagai mantan aktivis 1998.

Baca juga: Penjelasan Ketua DPRD Sumsel Soal Anggaran Meja Biliar Capai Rp 486,9 Juta di Rumah Dinas Pimpinan

Andie merupakan putra daerah yang menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 14 Palembang pada tahun 1991 hingga 1994. 

Ketertarikannya pada bidang ekonomi membawanya menuntaskan gelar Sarjana (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang (1994-2000). 

Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana dan meraih gelar Magister Manajemen (S2) di universitas yang sama pada periode 2020-2022.

Ia tercatat pernah mengabdi sebagai Tenaga Ahli di Universitas Muhammadiyah Palembang selama lima tahun (2001-2006).

Dunia korporasi juga sempat ia geluti dengan menjabat sebagai Manajer di PT RKS pada periode 2006-2014. 

Baca juga: Pengadaan Meja Biliar di Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel Dinilai Mubazir, Pengamat: Kesenangan Pribadi

Pengalamannya di level nasional pun terasah saat dirinya dipercaya menjadi Tenaga Ahli DPR RI selama satu periode penuh, yakni dari tahun 2014 hingga 2019.

Pernah menjabat Wakil Sekjen DPP Golkar, Sekretaris DPD Golkar Sumsel sebelum menjadi Ketua DPRD.

Andie resmi mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan untuk masa jabatan 2024-2029.

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Andie Dinialdie mencapai Rp5.169.922.799

Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 20 Maret 2025/Periodik - 2024.

Berikut rincian lengkapnya:

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 4.400.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 83 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 131 m2/94 m2 di KAB / KOTA OGAN KOMERING ULU, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/21 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000

7. Tanah Seluas 69 m2 di KAB / KOTA KOTA PALEMBANG , HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 657.000.000

1. MOBIL, PEUGEOT 206 XR 14 / SEDAN Tahun 2001, HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000

2. MOTOR, YAMAHA SE88 / SPD MOTOR SOLO Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 8.000.000

3. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA 2.4 G A/T MB. PENUMPANG Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 390.000.000

4. MOTOR, HONDA CBR 150RC(IN) M/T / SOLO Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 16.000.000

5. MOBIL, HONDA HONDA HR-V RU1 1.5 E CVT CKD / MINIBUS Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

6. MOTOR, YAMAHA B3F-I A/T / SEPEDA MOTOR R2 SOLO Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 23.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 112.922.799

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 5.169.922.799

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 5.169.922.799

Klarifikasi Andie Dinialdie Anggaran Meja Biliar

Seperti diketahui, sesuai data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukan Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.

Menanggapi hal tersebut, Andie mengaku berterima kasih atas masukan dan saran dari rekan-rekan media dan masyarakat, terkait pengadaan meja biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel.

"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).

Andie yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini mengatakan, bahwa meja biliar ini nantinya sering digunakan untuk tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel berlatih.

Jadi selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas.

Meski begitu, Legislator Partai Golkar ini tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.

Karena itu, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan

"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih," tukasnya.

Sebelumnya Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua meja biliar, bagi pimpinan dewan untuk di rumah dinasnya. 

Nilai anggaran yang dialokasikan cukup fantastis, mencapai Rp 486,9 Juta, untuk alokasi dua meja biliar bagi pimpinan yang ada.

Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana  Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel.

Data itu merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.

"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto, Minggu (8/3/2026).

Pengadaan dua meja biliard itu jadi sorotan, di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat itu, disebut Hadiyanto merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat.

"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan," jelasnya.

Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta

Ia menyebut, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.

"Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum," pungkasnya.

Usulan Pimpinan

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumsel, H. Aprizal, mengungkapkan bahwa anggaran meja biliar itu adalah usulan pimpinan DPRD Sumsel yang sudah dibahas sebelumnya.

"Iya, itu usulan dari pimpinanlah, bukan dari Sekretariat," kata Aprizal, Minggu (8/3/2026).

Dijelaskan Aprizal, usulan pimpinan untuk meja biliar itu sendiri diakuinya cukup wajar karena Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, adalah Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.

"Karena Ketua 'kan adalah Ketum biliar Sumsel, jadi wajar," ujarnya.

Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.

"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) dan dilihat orang karena sudah e-katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing," paparnya.

Disinggung kenapa hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal sendiri belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.

"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid nian dan akan ditanya ke Bagian Umum dulu," tuturnya.

Ditambahkan Sekwan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut, di mana Wakil Ketua Ilyas Panji dikatakan lebih besar anggarannya dibanding yang diperuntukkan bagi Ketua Andie Dinialdie.

"Nah, itulah nanti aku cek dulu ke Bagian Umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa Pak Ilyas lebih mahal dibanding Ketua, maka akan saya cek dulu. Tetapi yang Wakil Ketua Pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya, dan akan saya cari informasinya," ujarnya.

 

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.