TRIBUN-TIMUR.COM - Manager Usaha ASDP Bajoe, Dedy Rusdianto, mengatakan tiket resmi dapat dibeli secara online dan mengingatkan pemudik agar tidak membeli tiket melalui calo.
"Tiket resmi bisa dibeli secara online melalui laman trip.ferizy.com," katanya.
Pengguna jasa diminta mengatur waktu keberangkatan lebih awal karena kepadatan penumpang pada masa mudik dan arus balik Lebaran hampir tidak dapat dihindari.
Selain di Pelabuhan Bajoe, kesiapan kapal penyeberangan juga dilakukan di Pelabuhan Bangsalae Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo.
Kepala Dinas Perhubungan Wajo Suherman Dauda, mengatakan pada musim mudik tahun ini diperkirakan terdapat lima hingga sembilan kapal yang melayani rute Bangsalae–Tobaku, Kolaka Utara.
"Informasi saat ini diperkirakan ada lima sampai sembilan kapal feri melayani rute mudik Bangsalae–Tobaku," ujarnya.
Namun demikian, jumlah pasti kapal yang akan beroperasi masih menunggu hasil rapat bersama instansi terkait.
"Insya Allah kami akan rapat bersama dinas terkait dan stakeholder. Nanti kami infokan hasilnya," ungkap Suherman.
Jika mengacu tahun-tahun sebelumnya, biasanya terdapat tiga kapal yang datang dan berangkat secara bergantian setiap hari di lintasan tersebut.
Jadwal keberangkatan kapal dari Pelabuhan Bangsalae umumnya pada pukul 09.00, 11.30 dan 14.00 Wita.
Sementara jadwal sandar atau kedatangan kapal berada pada pukul 12.00, 17.00 dan 20.00 Wita.
Adapun kapal yang sebelumnya beroperasi di pelabuhan tersebut antara lain KMP Camelia, KMP Merak, dan KMP New Rose.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, aparat kepolisian mulai menyiapkan rencana pengamanan di sekitar pelabuhan.
35 CCTV
ASDP Ferry Cabang Bone siapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran Idulfitri 2026.
35 kamera pengawas atau CCTV dipasang di kawasan Pelabuhan Bajoe dan Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk mengawasi pergerakan penumpang dan kendaraan keluar masuk area pelabuhan.
"Kami juga menyiapkan posko terpadu yang beroperasi 24 jam," kata General Manager ASDP Cabang Bone, Anom Sedayu.
Selain CCTV dan posko terpadu, ASDP juga menyiapkan fasilitas keselamatan bagi penumpang.
Di antaranya, ambulans dan rubber boat yang disiagakan melalui koordinasi Basarnas dan rumah sakit daerah.
Dari sisi personel, puluhan petugas gabungan juga disiagakan di kedua pelabuhan tersebut.
65 personel ditempatkan di Pelabuhan Bajoe dan 55 petugas berjaga di Pelabuhan Kolaka.
"Personel tersebut terdiri dari ASDP, TNI dan Polri untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan lancar," ujarnya.
Untuk mendukung layanan penumpang, masing-masing pelabuhan juga menyediakan satu toll gate kendaraan dan satu loket penumpang.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Wajo AKP Riyanda Putra mengatakan pihaknya akan mendirikan dua pos pengamanan di Kecamatan Pitumpanua.
"Pos pengamanan ada dua, di pusat perbelanjaan dan di Pelabuhan Bangsalae," katanya.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Kapolres Wajo serta koordinasi bersama instansi terkait.
"Belum ada arahan, kami juga belum rapat bersama dinas terkait," jelasnya.
Bajoe–Kolaka
Jalur penyeberangan di Sulawesi Selatan mulai bersiap menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri 2026.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bone menyiapkan enam kapal motor penumpang (KMP) untuk melayani pemudik di lintasan Bajoe-Kolaka.
Sementara di Pelabuhan Bangsalae Siwa, Kabupaten Wajo, tiga kapal juga telah disiagakan melayani penyeberangan menuju Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Ini dilakukan mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari menjelang Idulfitri.
General Manager ASDP Cabang Bone, Anom Sedayu, menyatakan secara keseluruhan terdapat sembilan kapal terdaftar pada lintasan Bajoe-Kolaka.
Namun tiga di antaranya masih proses docking.
"Tiga kapal sedang docking yakni KMP Kota Muna, KMP Mandala NST, dan Permata NST," katanya, Minggu (8/3/2026).
Dengan demikian, enam kapal tersisa disiapkan untuk melayani penumpang selama periode arus mudik Lebaran tahun ini.
Kapasitas kapal tersedia cukup besar mengangkut pemudik dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, total kapasitas kapal siap beroperasi mampu mengangkut hingga 1.700 penumpang dalam satu waktu pelayaran.
Selain penumpang, kapal juga dapat memuat sekira 180 unit kendaraan roda dua dan 202 unit kendaraan roda empat.
"Total kapasitas kapal yang siap beroperasi mampu mengangkut 1.700 penumpang, 180 unit roda dua dan 202 unit roda empat," ujarnya.
Anom memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 14 hingga 15 Maret mendatang.
Prediksi tersebut mengacu pada jadwal libur sekolah yang diperkirakan dimulai pada 11 Maret atau sekira H-10 Lebaran.
Menurut Anom, momen libur sekolah biasanya menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal.
"Jadi puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-5 dan H-4 sebelum Idulfitri," jelasnya.
ASDP Bone juga mengimbau pengguna jasa penyeberangan agar telah memiliki tiket sebelum memasuki kawasan pelabuhan.(*)