Mahasiswa Sulbar di Yogyakarta Galang Dana untuk Korban Kebakaran Galung Tulu Polman
Ilham Mulyawan March 10, 2026 05:45 AM



‎TRIBUN-SULBAR.COM, YOGYAKARTA — Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Galung Tulu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu malam (28/2/2026), menyisakan duka mendalam. 

Sebanyak 35 rumah dilaporkan hangus terbakar. Puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal beserta harta benda mereka.

‎Peristiwa itu tak hanya mengguncang warga setempat, tetapi juga mengetuk kepedulian mahasiswa Sulawesi Barat yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta. 

Baca juga: 3 Rumah di Polman Ludes Terbakar Butuh 4 Armada Damkar Padamkan Api

Baca juga: BREAKING NEWS: Tersangka, Eks Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Ditahan Kasus Korupsi Bibit Nanas Rp50 M

Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Barat (IKAMA Sulbar) Yogyakarta bergerak cepat menginisiasi penggalangan dana untuk membantu para korban.

‎Ketua Umum IKAMA Sulbar Yogyakarta, Misbahuddin Yamin, mengatakan kebakaran tersebut merupakan duka bersama masyarakat Sulawesi Barat, di mana pun berada.

‎“Ini bukan hanya musibah bagi warga Galung Tulu, tetapi juga bagi kami sebagai bagian dari Sulawesi Barat. Di situasi seperti ini, solidaritas harus diutamakan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

‎Menurutnya, gerakan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama warga daerah. Bantuan yang terkumpul nantinya akan difokuskan pada kebutuhan mendesak, seperti logistik, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

‎“Kami ingin meringankan beban saudara-saudara kita di kampung halaman. Semoga bantuan yang terkumpul bisa segera disalurkan dan benar-benar bermanfaat,” katanya.‎
‎IKAMA Sulbar juga mengajak diaspora Sulawesi Barat di berbagai daerah untuk ikut berpartisipasi.

Misbahuddin menegaskan, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi korban yang kini harus memulai kembali dari nol.

‎Di sisi lain, ia berharap pemerintah daerah dan provinsi hadir secara maksimal dalam penanganan pasca-bencana, mulai dari bantuan darurat hingga proses pemulihan.

‎“Kami berharap ada langkah cepat dan terukur agar para korban bisa segera bangkit dan mendapatkan kembali kehidupan yang layak,” tuturnya.

‎Aksi penggalangan dana ini diharapkan menjadi penguat semangat gotong royong di tengah musibah, sekaligus menjadi pengingat bahwa jarak tidak menghalangi kepedulian. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.