Tangani Tanah Amblas di Pondok Balik, Menteri PU Libatkan Tim Pakar
mufti March 10, 2026 10:03 AM

“Kita bereskan dulu di sekitar lubangnya sampai kuat, setelah itu baru kita perkuat supaya tidak melebar lagi.” DODY HANGGODO, Menteri Pekerjaan Umum

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, kembali meninjau lokasi tanah amblas di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Senin (9/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan sinkhole berjalan sesuai rencana. Dalam penanganan ini, Kementerian PU juga melibatkan tim pakar dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Syiah Kuala, guna melakukan kajian teknis terhadap kondisi tanah dan struktur di sekitar lokasi.

Menteri PU mengatakan, pihaknya juga menerima sejumlah masukan dari kepala daerah setempat, termasuk dari Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, yang akan dikaji lebih lanjut oleh tim teknis.

“Kajian teknis kita lakukan bersama beberapa tim pakar ahli dari ITB hingga Unsyiah. Tadi ada saran dari Pak Bupati yang saya minta tim untuk coba dikaji, jadi nanti kita lihat bentuk penanganannya seperti apa,” ujar Dody.

Menurutnya, salah satu penyebab awal membesarnya lubang tersebut diduga akibat resapan air di bawah tanah yang terus mengalir menuju titik runtuhan. “Sebenarnya saluran air yang menuju ke lubang itu sekarang sudah berkurang sekali. Harapannya lubang tidak bertambah lebar lagi, karena suspek awal ada resapan air di bawah yang membuat lubang melebar,” jelasnya.

Dikatakan, sebelumnya aliran air dari selokan di sekitar lokasi terlihat terus menetes ke arah lubang. Meski kecil, aliran tersebut terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan tanah di bawahnya tergerus.

“Walaupun kecil, kalau mengalir setiap saat akhirnya lubang bisa membesar. Sekarang aliran air itu sudah jauh berkurang dan akan terus kita pantau,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan sejumlah langkah teknis, termasuk membuat sumur bor untuk mengurangi aliran air menuju lubang. Air yang ditarik dari sumur bor tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk irigasi tetes pada lahan pertanian warga, seperti kebun cabai.

Setelah kondisi tanah dinilai stabil, tim teknis juga akan memperkuat struktur di sekitar lubang agar tidak kembali melebar. “Kita bereskan dulu di sekitar lubangnya sampai kuat, setelah itu baru kita perkuat supaya tidak melebar lagi, misalnya dengan portal atau struktur pengaman di lokasi,” ujarnya.(am)

Tagore Siap Ganti Lahan Terdampak

SEMENTARA itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menyatakan siap bertanggung jawab terhadap warga yang terdampak akibat kejadian tersebut. “Itu urusan Bupati, urusan saya. Bertanggung jawab, karena dulu yang membagi juga saya ini,” katanya.

Ia menyebut, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan lahan alternatif bagi warga yang kehilangan lahan akibat kejadian tersebut.

Menurutnya, lahan tersebut nantinya akan diusulkan kepada Kementerian Kehutanan agar kawasan hutan produksi yang datar dapat dialihkan menjadi areal penggunaan lain (APL) sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian.

Saat ini pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan sinkhole di Pondok Balik, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut tetap berjalan melalui jalur alternatif yang sudah disiapkan.(am)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.