Kakorlantas Polri: Operasi Ketupat Jaga Momen 2 Hari Raya Besar Idulfitri dan Nyepi Tetap Aman
Dewi Agustina March 10, 2026 12:33 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat 2026 bukan hanya momen mengatur lalu lintas dalam rangka arus mudik lebaran semata.

Operasi Ketupat, kata Agus, dilakukan untuk menjaga momentum dua hari raya besar yakni Idulfitri dan Nyepi yang berdekatan agar tetap aman dan kondusif.

Baca juga: ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Jawa-Bali Saat Nyepi, Siapkan Skema Khusus Jelang Mudik

Hal tersebut dikatakan Agus saat memimpin apel pagi bersama di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Apel tersebut turut dihadiri:

  • Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal
  • Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Prianto
  • Dirregident Korlantas Polri Brigjen Wibowo
  • Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin 
  • PJU Korlantas lainnya
PERTEMUAN - Jajaran petugas Polres Jembrana bersama para pihak terkait kejadian pelanggaran hari Nyepi oleh oknum polisi, menggelar pertemuan di Kantor Lurah Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Minggu 30 Maret 2025. Sebelumnya, viral video di media sosial menampilkan oknum polisi diduga berkeliaran dengan sepeda motor dan mulut bau alkohol di Jembrana saat hari Nyepi, Sabtu, 29 Maret 2025.
PERTEMUAN - Jajaran petugas Polres Jembrana bersama para pihak terkait kejadian pelanggaran hari Nyepi oleh oknum polisi, menggelar pertemuan di Kantor Lurah Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Minggu 30 Maret 2025. Sebelumnya, viral video di media sosial menampilkan oknum polisi diduga berkeliaran dengan sepeda motor dan mulut bau alkohol di Jembrana saat hari Nyepi, Sabtu, 29 Maret 2025. (TribunBali.com/Dok, Polres Jembrana/Ist)

 

"Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan mudik dan balik, tapi menjaga momen sosial dan spiritual hingga Idulfitri dan Nyepi ini harus aman dan kondusif, aman di bidang harkamtibmas dan lancar di bidang lalu lintas. Bagaimana kita mengamankan masjid, bagaimana bisa menyiapkan Salat Ied semua ada fungsi lalu lintas," kata Agus.

Ia meminta agar anggotanya tetap fokus dalam pengamanan jelang arus mudik lebaran dan mengubah wajah polantas menjadi humanis dan senantiasa mengayomi masyarakat. 

"Banyak sekali kebijakan-kebijakan dalam rangka bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan ikhlas ini bagian daripada arahan Bapak Kapolri mulai dari merangkul masyarakat, melayani masyarakat," tuturnya.

Di sisi lain, Agus juga turut mengapresiasi peran polantas dalam mewujudkan situasi harkamtibmas dan kamseltibcarlantas agar tetap aman dan terkendali. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas segala penygasan baik di bidang operasional, fungsional, dan lain sebagainya. Sehingga Korlantas sampai saat ini masih terkendali," pungkasnya.

Operasi Ketupat 2026

Sebelumnya, Polri bersama stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk memantau dan mengamankan arus mudik lebaran.  

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan mulai 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan ratusan ribu personel gabungan di seluruh Indonesia.

"Operasi terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari, dari tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 25 Maret 2026. Pelibatan personel yang dilibatkan gabungan sebesar 161.243 personel," kata Dedi dalam konferensi pers di sela-sela rapat koordinasi (rakor) dengan sejumlah instansi di PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Nantinya dalam operasi tersebut, Polri telah menyiapkan skema pengamanan khususnya kelancaran arus lalu lintas ke sejumlah daerah yang menjadi lokasi pemudik.

Adapun sejumlah skema yang akan dilakukaj mulai dari one way, ganjil genap dan lain sebagainya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

"Ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan. Selain itu juga, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi," tuturnya.

Selanjutnya, kata Dedi, Polri juga menyiapkan sejumlah posko pengamanan dan pelayanan yang akan fokus untuk mengamankan sejumlah objek seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, bandara, terminal hingga pelabuhan.

"Polri menyiagakan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu untuk mengamankan 185.608 objek pengamanan di antaranya antara lain masjid, kemudian lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan objek wisata," ucapnya.

Di sisi lain, Dedi menyampaikan pihaknya menyiapkan nomor hotline 110 untuk nantinya digunakan masyarakat jika membutuhkan bantuan.

"Polri memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik. Selain itu Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.