BANJARMASINPOST.CO.ID - Pamit dari acara live streaming Marapthon season 3, artis Reza Arap didiagnosa menderita gangguan mental berupa major depressive disorder (MDD).
Pria yang memiliki nama asli Reza Oktovian itu mengumumkan pamit dari Marapthon sejak Senin (9/3/2026).
Acara siaran langsung tersebut diketahui sudah berlangsung selama 30 hari.
Reza Arap terlihat berpamitan dengan para anggota AAA Clan.
Arap juga sempat menyalami beberapa anggota seperti Aloy, Ibot, hingga Bravy.
Bahkan saat berada di depan pintu, Arap masih sempat melambaikan tangan ke arah kamera sebelum meninggalkan ruangan.
Baca juga: Sering Diminta Rujuk, Desta Kini Akui Masih Sayang Natasha Rizky, Singgung Soal Perbedaan Prinsip
Baca juga: Perbuatan Nathalie Holscher pada Sule Kala Antarkan Adzam Disorot, Cium Tangan Saat Salaman
Hingga kini belum ada kepastian apakah Arap akan kembali mengikuti Marapthon atau tidak.
Marapthon sendiri merupakan program live streaming di YouTube yang digagas oleh AAA Clan bersama Reza Arap.
Acara tersebut berlangsung sangat lama dan berisi berbagai aktivitas seperti ngobrol santai para member hingga menghadirkan sejumlah bintang tamu.
Durasi live streaming bahkan dapat terus bertambah jika penonton memberikan donasi.
Terkait kondisi Arap, Tepe mengungkapkan bahwa pentolan Weird Genius itu disarankan untuk beristirahat.
"Dia itu didiagnosa major depressive disorder," katanya.
"YB yah, kondisinya cukup komplesk, kita gak bisa nutupi terlalu lama. Arap itu sempat ke psikolog dan psikiater, didiagnosa itu kena depressive disorder, intinya stres lah," tambah Tepe.
Menurut Tepe, pihaknya bersama tim juga telah menyarankan Arap untuk mengambil waktu istirahat.
"Kalau aku sama Jot, udah bedrest, libur, itu udah omongan profesional," katanya.
Sementara itu, sebelumnya Arap juga sempat membagikan percakapan dengan almarhum Vidi Aldiano.
Dalam pesan tersebut, Vidi menyampaikan dukungan kepada Arap yang tengah berduka setelah kehilangan Lula Lahfah.
"Rap Im so soo so sorry for your loss. Lula baik bgt selalu support gw dan kesehatan gw. She's an angel and I believe she will get her own throne up there. Hang in there buddy (Rap, aku turut sedih atas kesedihanmu. Lula baik banget selalu dukung gw dan kesehatan gw. Dia malaikat dan aku percaya dia akan dapat tempat khusus di sana. Tegar ya buddy)," isi chat Vidi ke Arap.
Arap kemudian membalas pesan tersebut pada 27 Januari 2026.
Ia mengaku tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh Vidi.
"Vidi makasih udah perhatian sama gue. Maaf baru bales. Masih berusaha memproses semuanya sampai sekarang. Iya, dia (Lula) banyak ngobrolin soal lo, dia, dia memang malaikat. Makasih sekali lagi, titip doanya ya," balas Arap ke Vidi.
Dalam percakapan itu, Arap juga sempat memberi semangat kepada Vidi yang saat itu masih berjuang melawan penyakit kanker.
"Lo juga please sehat-sehat. Gue tahu ini kedengerannya basa-basi tapi lu udah melalui banyak hal dan yang sayang lo juga sangat-sangat banyak. Bertahan yah, Vid," ujar Arap.
"Amiin amin amin, makasih buddy," balas Vidi.
Depresi klinis atau gangguan depresi mayor adalah salah satu gangguan suasana hati yang memengaruhi perasaan, perilaku, dan pikiran seseorang.
Penderita gangguan depresi mayor akan merasa sedih secara terus-menerus dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai.
Untuk bisa dikatakan mengidap kondisi ini, penderita setidaknya perlu menunjukkan gejala yang berlangsung secara terus-menerus selama dua minggu.
Untuk lebih memahaminya, kenali apa itu gangguan depresi mayor, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya berikut ini.
Dilansir dari Cleveland Clinic, depresi klinis atau gangguan depresi mayor adalah gangguan kesehatan mental yang memicu suasana hati yang buruk atau depresi dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai.
Kondisi ini juga akan memengaruhi kualitas tidur, nafsu makan, dan kemampuan untuk berpikir dengan jernih.
Depresi klinis merupakan kondisi yang kronis dan umumnya menyebabkan episode depresif yang berlangsung dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Penderita juga akan mengalami lebih dari satu episode depresif selama hidupnya.
Kondisi ini berbeda dengan distimia atau gangguan depresi persisten yang hanya memiliki gejala yang ringan hingga sedang dan berlangsung setidaknya selama dua tahun.
Gangguan depresi mayor juga tidak sama dengan depresi pada umumnya karena penderita akan mengalami gejala yang lebih serius.
Penyebab gangguan depresi mayor tidak diketahui secara pasti. Namun menurut Cleveland Clinic, ada beberapa faktor risiko yang memicu perkembangan gangguan kesehatan mental ini, seperti:
Seperti gangguan kesehatan mental yang lainnya, ada banyak faktor yang bisa memicu gangguan depresi mayor.
Menurut WebMD, ada beberapa gejala gangguan depresi mayor, seperti:
Penderita depresi klinis umumnya mengalami gejala tersebut hampir setiap hari, khususnya di pagi hari, selama setidaknya dua minggu.
Depresi klinis merupakan gangguan kesehatan mental yang serius. Namun, melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat bisa membuat penderita lebih baik dan gejala yang muncul bisa dikendalikan.
Menurut Mayo Clinic, selain mengonsumsi antidepresan dan melakukan prosedur psikoterapi, ada juga perubahan pola hidup yang perlu dilakukan sebagai cara mengatasi gangguan depresi mayor, seperti:
Mengetahui apa itu gangguan depresi mayor sangatlah penting karena kondisi ini lebih serius jika dibandingkan dengan jenis depresi lainnya.
Meskipun begitu, kondisi yang dialami bisa membaik dengan mengonsumsi obat dan menjalani perawatan yang diperlukan.
Merasa sedih adalah hal yang wajar. Namun, Anda diimbau untuk tidak melakukan diagnosis pribadi dan segera cari bantuan medis ketika muncul gejala di atas, khususnya selama dua minggu berturut-turut.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribun-Medan.com)