SERAMBINEWS.COM – Bulan Ramadan perlahan memasuki fase paling istimewa.
Saat ini umat Islam sudah berada di penghujung bulan suci, tepatnya mendekati 10 malam terakhir yang diyakini menyimpan keutamaan besar.
Hingga Minggu (8/3/2026), Ramadan telah memasuki hari ke-18. Artinya, hanya beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki 10 malam terakhir Ramadan, waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Pada fase inilah umat Islam berlomba-lomba meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Ramadan sendiri dikenal sebagai bulan yang penuh kemuliaan dalam Islam. Setiap ibadah yang dilakukan selama bulan ini diyakini akan mendapatkan pahala berlipat ganda.
Selain itu, terdapat satu malam istimewa yang sangat dinantikan umat Islam, yaitu malam Lailatul Qadar.
Menurut sebagian ulama, Lailatul Qadar biasanya terjadi pada salah satu malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk salat malam, membaca Al-Quran, berzikir, serta melakukan itikaf di masjid.
Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Malam tersebut dianggap sangat istimewa karena nilai ibadah pada malam itu diyakini lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan.
Selain itu, malam Lailatul Qadar juga memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Pada malam inilah ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Karena keistimewaannya, malam Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan rahmat.
Umat Islam yang beribadah pada malam tersebut diyakini akan memperoleh pahala yang sangat besar.
Dalam Al-Quran, penjelasan mengenai malam Lailatul Qadar disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5.
Berikut bacaan ayat tersebut:
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr wa mā adrāka mā lailatul-qadr lailatul-qadri khairum min alfi syahr tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr
Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."
Selain itu, penjelasan mengenai malam yang penuh keberkahan ini juga disebutkan dalam Al-Quran Surah Ad-Dukhan ayat 1-7:
Haa miim, wal-kitābil-mubīn, innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn, fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm, amram min 'indinā, innā kunnā mursilīn, raḥmatam mir rabbik, innahụ huwas-samī'ul-'alīm, rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, ing kuntum mụqinīn, lā ilāha illā huwa yuḥyī wa yumīt, rabbukum wa rabbu ābā`ikumul-awwalīn
Artinya:
"Haa mim. Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini." (QS. Ad-Dukhan [44]:1-7).
Karena keutamaan tersebut, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan doa selama 10 malam terakhir Ramadan, termasuk dengan melaksanakan itikaf di masjid.
Pada malam-malam inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, serta berharap dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Lailatul mempunyai arti malam, sementara Qadar memiliki arti mulia.
Pada malam itu Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang mendapatkan Lailatul Qadar dengan pahala yang lebih baik daripada seribu bulan atau 84 tahun.
Pada malam itu para malaikat turun ke Bumi. Pada malam hari itu orang-orang yang beribadah kepada Allah mendapatkan selain pahala juga perubahan-perubahan spiritual.
Dalam berbagai ketentua dan bocoran para ulama, Lailatul Qadar akan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil, seperti 21, 23, 25, 27, dan 29, serta tentu terjadi di malam hari,
dalam Hadits Riwayat Ahmad dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengabarkan jika malam Lailatul Qadar jatuh di malam puluhan ganjil akhir bulan Ramadhan yaitu 21, 23, 25, 27, 29, atau di akhir malam Ramadhan.
Berdasarkan awal Ramadhan 1447 H yang jatuh pada 23 Maret 2026, maka malam Lailatul Qadar jatuh pada:
Adapun, pada malam yang sepenuhnya dirahasikan tersebut, ditekankan untuk umat muslim berdoa sebanyak-banyaknya dengan doa yang baik.
Sebab pada waktu tersebut, pintu langit sedang terbuka, malaikat sedang turun ke langit bumi untuk mengaminkan dan membersamai setiap manusia.
Untuk itu kita perlu mengetahui doa-doa apa saja yang perlu dan penting untuk dibaca pada bulan yang dijanjikan pada 1000 bulan kebaikan tersebut.
Lantas, apa saja doa yang harus dibaca saat malam Lailatul Qadar?
1. Doa agar Dosa Diampuni tanpa Bekas dan Dampaknya
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu'anni
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf (menghapus kesalahan), karenanya maafkanlah aku (hapuslah dosa-dosaku)." (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850, sahih)
2. Doa agar Dipertemuka dengan Pasangan Hidup yang Terbaik
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama.
Artinya: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Qs. Al-Furqon : 74)
3. Doa agar Semua Utusan Hidup Dimudahkan dan Dilancarakan
Latin: Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.
Artinya: "Wahai Dzat yang Maha hidup dan mengurus segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku memohon, perbaguslah dan perbaikilah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan aku pada diri sendiri walau sekejap mata dan selamanya."
4. Doa agar Diberi Keluasan Rezeki
Allahumma inni as'aluka 'ilman naafi'an, wa rizqon thoyyiban, wa 'amalan mutaqobbalaa.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima."
5. Doa agar Rezekimu Penuh Berkah
Alloḥummā bārrīk lānā fīīmā rozāktānā wāqīnā ādzābānnār.
Terjemahan Arti :
“Ya Allah tuhan kami, berkahilah atas rejeki yang telah Engkau berikan, serta lindungilah kami dari azab api neraka.”
6. Doa agar Istiqomah setelah Bulan Ramadan
Artinya; "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau memberi kami petunjuk. Namun karuniakanlah kepada kami Rahmat dari Sisi-Mu. Sungguh, Engkau Maha Pemberi" (Q.S Ali Imran: 8)
7. Doa agar Diberikan Akhir Hidup yang Baik (Husnul Khatimah)
Allahummaj'al khaira 'umrii aakhirahu wa khaira amalii khwaatimahu wa kharra ayyamii yauma lawaaika fiih
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada penghujungnya dan sebaik-baik amalku (juga) pada penghujungnya dan sebaik-baik hari-hariku adalah dari pertemuan dengan-Mu."
Adapun, seperti yang kita tahu diantara 10 malam terakhir Allah telah menjanjikan satu malam yang paling mulia dibanding malam lainnya dalam bulan Ramadhan, yakni Lailatul Qadar.
Pada malam lailatul qadar, Allah SWT menjanjikan akan membagikan keberkahan serta kemuliaan kepada umat-Nya.
Bahkan, dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa orang yang beribadah pada malam lailatul qadar akan mendapat pahala setara ibadah selama seribu bulan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunah agar bisa mendapatkan kebaikan dan keutamaan malam lailatul qadar.
Allah SWT menjelaskan langsung kemuliaan malam lailatul qadar dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr:
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (QS Al-Qadr [97]: 1-5).
Disebutkan pada hadis Abu Hurairah, dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.
"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 1901).
Dengan segala keutamaan itu, maka sangatlah wajar jika umat muslim berlomba-lomba agar bisa meraih malam lailatul qadar.
Namun demikian, tidak ada yang mengetahui pasti kapan malam lailatul qadar terjadi.
Sementara menurut para ulama, malam lailatul qadar terjadi diantara 10 malam terakhir.
Melansir berbagai sumber, terdapat beberapa keistimewaan malam lailatul qadar yang perlu diketahui umat Islam, diantaranya:
1. Malam yang lebih baik dari seribu bulan
Para ulama sepakat bahwa setiap muslim yang beramal saleh pada malam lailatul qadar, akan memperoleh pahala yang setara dengan melakukannya selama seribu bulan.
Dikutip dari NU Online, Syekh Abdul Halim Mahmud menyebut seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan atau umur standar manusia.
"Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia; dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, lailatul qadar lebih baik dari (usia) zaman." (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadan, h. 21).
2. Malam Diturunkannya Al-Quran
Di malam lailatul qadar, Allah SWT menurunkan wahyunya berupa Al-Qur'an untuk pertama kalinya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Qadr ayat 1-5.
Surat ini menerangkan bahwa Al-Qur'an turun di malam lailatul qadar. Dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu atau Al-Qur'an dari Allah SWT saat sedang berdiam diri di Gua Hira.
3. Malam yang Senyap Karena Dipadati Malaikat
Tak salah bahwa malam lailatul qadar adalah malam yang istimewa, lantaran Allah SWT memerintahkan para malaikatnya untuk turun ke bumi dan mendoakan serta memberkati orang-orang yang bertakwa.
Dalam surat Al-Qadr ayat 4, Allah SWT berfirman:
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."
Menurut Al-Imam Al-Qurthubi, para malaikat turun ke muka bumi untuk mengaminkan doa-doa setiap muslim yang dilafalkan pada malam itu sampai terbitnya fajar.
4. Malam yang Dijanjikan Akan Mendapat Keselamatan dari Allah
Masih di dalam surat Al-Qadr, Allah SWT berfirman memberikan keselamatan di malam itu hingga terbit fajar atau waktu subuh.
5. Istimewa Bagi Umat RasuluLlah
Keistimewaan malam lailatul qadar hanya berlaku bagi golongan pengikut Rasulullah SAW. Hal ini dituliskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa:
"Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan." (HR.Malik).
Selain 5 Keistimewaanya, terdapat pula beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri malam lailatul qadar yang bisa dilihat.
hal ini pun sempat dibahas Buya Yahya dan Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya telah mengungkap tanda atau ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar.
Berikut penjelasan Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya mengenai ciri-cirti orang yang mendapatkan malam lailatul qadar.
Mengutip penjelasan Ustad Abdul Somad mengenai persoalan malam lailatul qadar disampaikan dalam sebuah video yang pernah diunggah oleh Channel Youtube Mutiara Islam (21/6/2018) lalu menjelaskan tentang kapan terjadinya malam lailatul qadar.
Menurut UAS, malam lailatul qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadahan.
Dalam video penjelasannya itu, Ustad Abdul Somad juga mengungkapkan ciri-ciri orang yang mendapatkan malam lailatul qadar.
Adapun ciri-ciri atau tanda orang yang mendapatkan malam tersebut menurut penjelasan UAS, yakni terjadi perubahan dari orang tersebut.
Perubahan yang dimaksud, kata UAS, bukanlah perubahan fisik, melainkan perubahan perilaku.
"Seperti apa orang yang mendapatkannya? Ada perubahan," ujar UAS.
"Bukan setelah dapat lailatul qadar jadi tukang ngomong, 'Alhamdulillah kemarin saya dapat lalilatul qadar. Begitu saya turun mau ambil wudhu saya lihat semua pohon-pohon bambu rebah, tumbang," sambungnya.
"Bukan pada bentuk fisiknya, tapi ada perubahan," tegas UAS.
Kemudian UAS memberikan contoh perubahan yang dimaksud dari orang yang mendapatkan malam lailatul qadar.
Dicontohkan seperti seorang wanita sebelumnya tidak memakai jilbab.
Tapi setelah wanita tersebut melakukan iktikaf ia tidak pernah lagi melepaskan jilbab dari kepalanya.
Atau seorang bapak yang dulunya memiliki sifat yang sangat pelit.
Namun setelah mendapatkan malam lailatul qadar, ia selalu menyumbangkan sedekahnya setiap lewat di kotak amal.
Buya Yahya dalam sebuah video ceramahnya yang diunggah oleh YouTube Al Bahjah TV juga telah mengungkap beberapa ciri orang yang mendapat malam lailatul qadar.
Salah satunya tidak lagi memiliki sikap zalim kepada sesama manusia hingga semakin dekat dengan Allah SWT.
Selain itu, ada beberapa ciri lainnya, sebagaimana dilansir dari Serambinews.com berikut.
1. Adanya perubahan pada diri seseorang
Perubahan-perubahan tersebut akan terlihat jelas setelah bulan Ramadhan usai.
"Disebutkan para ulama, tandanya adalah ada perubahan dalam diri Anda setelah Anda keluar dari bulan Ramadhan," kata Buya.
“Misalkan di bulan sebelum Ramadhan, kita suka bermaksiat, setidaknya setelah Ramadhan selesai, maksiat tersebut berkurang,” urainya.
2. Ibadah meningkat
Tanda lainnya mendapatkan Malam Lailatul Qadar selanjutnya yaitu meningkatnya ibadah, berkurangnya perbuatan berbuat dosa dan perbuatan dzalim.
Jika Anda merasakan perubahan tersebut, itu tandanya Anda mendapat Lailatul Qadar dan ibadah Ramadhan diterima Allah SWT.
"Jika Anda kemarin, sebelum bulan Ramadhan Anda punya 10 kemaksiatan, ternyata kok menjadi sembilan, atau menjadi delapan, kedzoliman anda berkurang, dosa anda berkurang, ibadah anda meningkat," terangnya.
"Kalau ada perubahan berarti ini tanda kalau Anda mendapatkan Lailatul Qadar atau Anda di Qobul, diterima ibadah Ramadhan Anda," sambung Buya.
3. Penuh kasih sayang dan tidak mudah emosi
Tanda atau ciri-ciri orang yang mendapatkan Malam Lailatul Qadar selanjutnya adalah bisa terlihat dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, perubahan sikap suami terhadap istrinya menjadi lebih lembut dan penuh kasih sayang, tidak mudah emosi.
Begitupula sebaliknya, sikap sang istri lebih hormat kepada sang suami.
Maka dari itu, Buya Yahya mengatakan untuk melihat atau cek tanda-tanda ini dalam diri kita.
"Maka dari itu yuk kita lihat apakah ada tandanya. Kepada istri semakin lembut penuh kasih, kepada suami semakin hormat,” ujarnya.
“Mungkin kemarin sebelum Ramadhan marah sama istri saya, tapi kenapa ya setelah Ramadhan itu kok semakin reda emosi saya, nah berarti Anda dikabulkan oleh Allah SWT," imbuh Buya.
4. Dekat kepada Allah dan manusia
Sementara itu, tanda lainnya bisa terlihat jika diri kita semakin baik, baik dari segi sifat dan sikap.
Semakin dekat kepada Allah. Semakin dekat dengan sesama manusia.
Sebut Buya, itu semua adalah tanda bahwasannya Anda mendapatkan Lailatul Qadar dan tanda amal Anda diterima di bulan Ramadhan.
"Jadi tandanya adalah kalau kita semakin baik, kalau kita semakin dekat kepada Allah, semakin dekat dengan sesama manusia, itu tanda bahwasannya Anda mendapatkan Lailatul Qadar dan tanda amal Anda diterima di bulan Ramadhan," pungkas Buya Yahya.
Ada beberapa keistimewaan yang didapat saat Lailatul Qadar tiba.
Berikut sejumlah keistimewaan tersebut.
1. Dosa-dosa diampuni
Salah satu keistimewaan yang menghampiri saat Lailatul Qadar adalah diampuninya dosa-dosa apabila umat Islam mengharapkan pahala dari Allah dan melakukan ibadah.
2. Dicatatkannya takdir tahunan
Lailatul Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.
Beberapa ulama punya penafsiran bahwa malam tersebut berkaitan dengan kehidupan makhluk, seperti rezeki, untung baik, hidup, mati, untung buruk, dan lainnya.
3. Doa-doa dikabulkan
Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah doa-doa yang tidak diterima pada waktu lain akan diterima ketika malam ini.
Oleh sebab itu, Muslim yang mengharap Lailatul Qadar wajib memperbanyak shalat, istighfar, membaca Al Quran, dan mengharap rahmat Allah.
4. Lebih baik dari seribu bulan
Seperti yang sudah disebutkan bahwa Lailatul Qadar menjadi malam yang lebih baik dari seribu bulan, juga dapat diartikan sebagai malam yang jika setiap muslim menggerjakan kebajikan di malam tersebut, maka pahalanya akan berlipat ganda juga dilimpahkan bagi Muslim yang membersihkan diri sejak awal bulan Ramadhan.
Selain itu, Lailatuh Qadar juga disebut sebagai malam yang penuh berkah.
Seperti yang tertera dalam Al-Quran surah Al-Qadr ayar 1-5.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr, [97]:1-5)
5. Malam Diturunkannya Al-Quran
Al-Quran menjadi salah satu mukjizat terbesar yang diterima oleh Rasulullah SAW.
Kitab suci tersebut, begitu pula dengan kitab-kitab sebelumnya, diturunkan pada bulan Ramadan.
Hal tersebut bisa diketahui dari Surah Al-Baqarah ayat 185. Bunyinya,
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)...." (QS. Al-Baqarah, [2]:185)
Selain itu, Ibnu Abbas dalam Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim (14: 403) juga mengatakan,
"Allah menurunkan Al-Qur'an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul 'Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun."
6. Malam Turunnya Jibril AS beserta Malaikat-Malaikat Lainnya
Saat lailatul qadar, para malaikat turun ke langit dunia, begitu pula dengan penghulu mereka, Jibril AS. Firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 4 berbunyi:
Tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr
Artinya: "Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."
Laman Rumaysho menjelaskan, turunnya malaikat ke dunia menandakan bahwa Allah juga menurunkan berkah dan rahmat-Nya.
7. Malam Pencatatan Takdir Tahunan
Pada ayat ke-4 Surah Ad-Dukhan sebelumnya, lailatul qadar menjadi momen, "dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah".
Menurut tafsiran Ibnu Katsir, penulisan takdir dalam setahun, mulai dari ajal hingga rezeki, akan dirinci dalam Lauhul Mahfuz.
Imam Nawawi juga menjelaskan, Allah akan memperlihatkan takdir-takdir tersebut kepada para malaikat untuk mereka melakukan tugas yang diperintahkan kepada mereka.