BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tak hanya daging segar namun masyarakat kini juga memiliki alternatif lain, yakni daging beku yang juga dapat diolah untuk menu pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dokter Hewan Correy Wahyu Adi membagikan tips cara membeli daging beku yang baik.
"Pilih yang dijual di tempat berpendingin suhu di bawah 0°celcius, lalu juga periksa label masa berlakunya. Meskipun beku, warnanya tidak sampai kehitaman kecuali bagian organ dalam atau jeroan," ujar Dokter Hewan Correy Wahyu Adi, Selasa (10/3/2026).
Pihaknya juga menyoroti perputaran stok daging beku di toko frozen food. Stoknya cepat habis dikarenakan faktor harga yang lebih murah dibandingkan daging segar.
"Penjual daging beku biasanya sudah memahami proses penyimpanan, sehingga mereka tidak mau mengambil risiko menjual di lapak yang tidak berpendingin. Hal ini karena daging akan cepat rusak, berbau dan mengundang lalat," jelasnya.
Lebih lanjut pihaknya mengatakan selain ada perbedaan dicara memasak, ada juga perbedaan nutrisi antara daging segar dan daging beku meskipun tidak signifikan.
"Untuk daging beku butuh waktu untuk proses thawing (pencairan) sebelum dimasak, sedangkan daging segar bisa langsung diolah. Untuk kandungan protein dan nutrisi daging beku mungkin sedikit berkurang sekitar 10-20 persen, karena proses penyimpanan yang lama. Terutama jika berasal dari luar daerah seperti Jakarta atau Jawa Barat yang menempuh perjalanan jauh ke Bangka," jelasnya.
Dokter Hewan Correy Wahyu Adi menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak tergiur dengan harga murah yang ditawarkan penjual.
"Untuk daging beku, pastikan kondisinya tetap dingin saat dibeli," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)