Ramadan Hari ke-20, Ini Jadwal Buka Puasa dan Waktu Salat di Jakarta Selasa 10 Maret 2026
Wahyu Septiana March 10, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Memasuki hari ke-20 Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di wilayah Jakarta kembali menjalankan ibadah puasa dengan penuh khusyuk pada Selasa (10/3/2026).

Untuk mengetahui jadwal imsakiyah, termasuk waktu berbuka puasa dan salat lima waktu, menjadi hal penting agar ibadah dapat dijalankan tepat waktu sepanjang hari.

Berikut jadwal Ramadan 2026, jadwal sholat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya untuk Kota Jakarta dilansir dari Tribunnews.com bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI :

Tanggal Imsak Subuh Zuhur Ashar Magrib Isya
Selasa, 10 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.20
Rabu, 11 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.19
Kamis, 12 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.19
Jumat, 13 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.18
Sabtu, 14 Maret 04.33 04.43 12.05 15.11 18.09 19.18
Minggu, 15 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Senin, 16 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Selasa, 17 Maret 04.32 04.42 12.05 15.12 18.08 19.16
Rabu, 18 Maret 04.32 04.42 12.04 15.12 18.08 19.16
Kamis, 19 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16
Jumat, 20 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16

 

Keutamaan Puasa Hari ke-20 Ramadan

Mengutip laman Universitas Al Azhar Indonesia, dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, disebutkan bahwa orang yang berpuasa pada hari tersebut akan memperoleh keutamaan sebagai berikut:

Pada suatu hari Allah SWT mengutus kepada kalian tujuh puluh Malaikat untuk menjaga kalian dari setiap setan yang terkutuk; Allah mencatat untuk kalian setiap hari kalian puasa seperti berpuasa seratus tahun; menjadikan parit antara kalian dan neraka; memberi kalian pahala orang yang termaktub dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qu’an; Allah mencatat untuk kalian setiap pena Jibril (as) sebagai ibadah satu tahun; memberikan pada kalian pahala tasbih Arasy dan Kursi; dan memberi pasangan untuk kalian setiap ayat Al-Qur’an seribu bidadari.

Doa Hari ke-20 Puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Allâhummar zuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn biamânika yâ amânal khâifîn

Artinya : Ya Allah, Mohon anugrahkan padaku di bulan ini dengan ketaatan orang-orang yang khusyu serta lapangkanlah dadaku dan dengan taubat orang-orang yang rendah diri. Dengan kekuatan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yangketakutan.

Doa tersebut bertujuan agar kita senantiasa mendapatkan pertolongan, dan menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah.

Keutamaan Menyegerakan Waktu Berbuka Puasa yang Tepat

Menyegerakan berbuka puasa adalah salah satu sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. 

Satu di antara keutamaan utamanya adalah mendapatkan keberkahan dan pahala yang besar. 

Rasulullah SAW bersabda: "Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari).

Dengan mengikuti waktu berbuka puasa yang tepat, kita tidak hanya menghidupkan sunnah, tetapi juga melatih jiwa untuk selalu taat pada aturan Allah. 

Selain itu, menyegerakan berbuka puasa juga memiliki manfaat kesehatan, karena tubuh membutuhkan asupan energi setelah seharian berpuasa.

Saat berbuka puasa, kita juga dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa.

Doa yang dianjurkan adalah: 

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa'ala rizq-ika-aftartu.

Arti: Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, beriman kepada-Mu, dan berbuka dengan rezeki-Mu.

Doa buka puasa tersebut berdasarkan riwayat Abu Daud dari Mu'adz bin Zahrah yang bercerita, Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa.

Di masyarakat, doa buka puasa ini ada tambahannya dan tidak masalah. 

Sebab, doa tidak terbatas pada riwayat. Umat Islam dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. 

Tambahan tersebut yakni:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Lafal latin: Allahummalakashumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.

Artinya: "Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka."

Setelah berbuka secukupnya, segera tunaikan shalat Maghrib. Lalu makan besar dapat dilakukan setelah shalat Maghrib agar tetap fokus pada ibadah.

Berita Terkait

Baca juga: Jadwal Imsak Jakarta, Senin 23 Februari 2025: Jangan Terlewat, Ini 5 Amalan Agar Puasa Lebih Berkah

Baca juga: Masih Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak? Begini Hukumnya Menurut Ustaz

Baca juga: Hukum Melakukan Mandi Wajib Setelah Imsak, Apakah Puasanya Sah? Begini Kata Ustaz

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.