7000 Liter Eco Enzyme Dituang ke Sungai Cisadane Tangsel, Menteri LH Sebut utuk Pemulihan
Jaisy Rahman Tohir March 10, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebanyak 7000 liter eco enzyme dituang ke Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Jalatreng, Tangerang Selatan (Tangsel).

Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMARBUDHI) sebagai pelaksana, didampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, diganjar penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai giat lingkungan melalui penuangan Eco Enzyme terbanyak di satu aliran sungai.

Penuangan eco enzyme ini merupakan bagian dari upaya tanggap pemerintah terhadap pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama pada 9 Februari 2026 lalu. Senyawa organofosfat yang masuk ke sungai bersifat toksik bagi biota perairan, menyebabkan kematian ikan massal sepanjang 41 kilometer hingga Teluk Naga.

KLH/BPLH telah mengambil langkah cepat, termasuk mengamankan sisa bahan kimia, memasang garis pengawasan PPLH, menegakkan hukum pidana dan perdata, serta menyiapkan bioremediasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bila kandungan pestisida di sedimen masih tinggi.

Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri oleh The Flavor Bliss Alam Sutera menggunakan limbah sayur dan kulit buah dari Flavor Bliss dan Pasar 8 ini, merupakan bentuk konkret dan komitmen Alam Sutera untuk menciptakan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta mendukung waste management. 

“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran sungai melalui penyediaan Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri di Flavor Bliss Alam Sutera. Giat produksi Eco Enzyme secara mandiri ini merupakan salah satu program serta komitmen Alam Sutera untuk terus menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dengan aksi nyata penuangan Ecoenzyme di kawasan sungai Jeletreng aliran Cisadane, diharapkan dapat merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Andre Simandjaja, Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, Menteri Hanif menginginkan agar setiap sungai bisa bebas limbah demi keberlangsungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan generasi selanjutnya.

“Sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup anakanak dan cucu-cucu kita kelak. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjaga sungai kita, karena sungai kita adalah masa depan kita,” tegas Menteri Hanif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.