BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit campak.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya sejumlah kasus yang mayoritas terjadi pada anak-anak yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin mengatakan, anak-anak dan bayi tanpa imunisasi menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi.
“Kejadian ini banyak terjadi pada anak-anak atau bayi yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat supaya jangan sampai tidak melakukan imunisasi kepada anak-anaknya, apalagi sengaja menolak,” ujarnya.
Menurutnya, campak sebenarnya dapat menyerang semua kelompok usia. Namun, bayi memiliki risiko komplikasi lebih tinggi karena daya tahan tubuh yang masih rendah.
Baca juga: 15 Kasus Campak Didapati di Balangan Kalsel, Tersebar di Empat Kecamatan Ini
“Usianya memang semua usia bisa kena campak. Tapi yang lebih berisiko menyebabkan kematian adalah bayi karena daya tahan tubuhnya rendah,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan surveilans lapangan untuk memantau perkembangan kasus.
Selain itu, surat edaran juga telah disampaikan kepada seluruh kabupaten/kota agar memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penularan.
“Untuk campak, surveilans kita sudah turun ke lapangan. Kita juga sudah membuat surat edaran ke kabupaten/kota untuk memastikan pencegahan penularan yang lebih luas,” katanya.
Diauddin juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal campak, seperti demam tinggi, munculnya ruam pada kulit, mata merah, serta diawali batuk dan pilek.
Apabila gejala tersebut muncul, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Selain itu, karena campak merupakan penyakit menular, anak yang menunjukkan gejala disarankan beristirahat di rumah untuk sementara waktu guna mencegah penularan kepada orang lain.
“Karena ini menular, kalau ada yang bergejala sebaiknya diisolasi di rumah dan diistirahatkan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa campak berbeda dengan cacar meskipun keduanya sama-sama disebabkan oleh virus.
“Campak dan cacar sama-sama virus, tapi berbeda,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)