BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang pria dilaporkan mengalami luka tusuk setelah diduga terlibat perkelahian di Gang Satria, Jalan Pramuka, Sungailulut, Banjarmasin, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 09.54 Wita.
Perkelahian sendiri disebut melibatkan dua kakak beradik yang berselisih dengan korban yang belakangan diketahui bernama Adi Mufadal.
“Pelakunya ini kakak beradik, namanya Ad (kakak) dan Ed adiknya, warga Kampung Keramat, nah korban ini kawannya saja. Si kaka pelaku itu langsung mengeluarkan pisaunya,” ujar Slamet Firdaus, rekan korban yang sempat menyaksikan insiden tersebut.
Firdaus selaku kepala pemborong menjelaskan, timnya berjumlah sembilan orang dan sudah cukup untuk mengerjakan proyek instalasi listrik dan jaringan di Martapura.
Namun, tak disangka pelaku merasa kesal karena beberapa rekan dari pihaknya tidak diajak bergabung dalam pekerjaan tersebut.
“Kalau pelaku sudah kami ajak, cuman dia sangkal karena kawan-kawan dia tidak diajak,” katanya.
Baca juga: Terbukti Lakukan Pencurian dengan Kekerasan, Tukang Pijat di Banjarmasin Divonis 2 Tahun Penjara
Percekcokan terjadi ketika pelaku melampiaskan kekesalannya kepada korban. Situasi yang awalnya hanya adu mulut kemudian berkembang menjadi perkelahian.
Akibat insiden tersebut, Slamet Firdaus bersama timnya terpaksa menunda keberangkatan kerja.
Mereka hanya bisa duduk di teras depan IGD RS Ulin dengan wajah pasrah, mendampingi korban sekaligus menunggu perkembangan kondisinya.
Mereka menunjukkan rasa prihatin terhadap kondisi korban sekaligus kesal atas perbuatan pelaku yang membuat pekerjaan hari itu gagal terlaksana.
"Jadi si adingnya ini Ed menampar korban, lalu si kakak Ad ini menusuk," kata Slamet Firdaus.
Usai kejadian, kedua pelaku langsung melarikan diri. Sementara itu, rekan-rekan korban fokus memberikan pertolongan dan mendampingi Adi Mufadal hingga dibawa ke rumah sakit dan terpaksa batal bekerja di Martapura.
“Yah tidak jadi berangkat, anggota Polsek Timur ada juga sudah datang, kami memberikan keterangan juga," ungkapnya pasrah.
Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto SIK ketika dikonfirmasi, Selasa (10/3), belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. (Banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)