Arus Mudik Lebaran di Sulsel Diprediksi Tak Menumpuk, Dishub Ungkap Penyebabnya
Ansar March 11, 2026 02:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Arus mudik di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi landai.

Meski jumlah pemudik bertambah, namun secara arus kendaraan pada jalur-jalur mudik diprediksi tetap landai.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Patarai GS mengungkapkan masa libur yang cukup panjang sangat mempengaruhi.

Patarai menyebut pemudik memiliki beberapa hari opsi mudik.

"Sebenarnya dengan libur Panjang ini pengamatan kami, distribusi kendaraan lebih merata tiap hari libur. Terdistribusi atau terurai volume kendaraan tiap hari, sampai tidak ada hari menjadi puncak," ujar Patarai saat dihubungi pada Selasa (10/3/2026).

Masa angkutan lebaran memang cukup panjang tahun 2026 ini.

Pada 14-15 Maret bertepatan dengan akhir pekan Sabtu dan Minggu.

Kemudian 16-17 Maret sudah memasuki masa penerapan Work Form Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lalu Rabu 18 Marwt merupakan cuti bersama Nyepi.

Kamis 19 Maret libur nasional Hari Raya Nyepi.

Selanjutnya Jumat 20 Maret merupakan Cuti bersama Lebaran

Pada Sabtu dan Minggu 21-22 Maret ditetapkan libur nasional lebaran Idul Fitri.

Lanjut Senin - Selasa pada 23 dan 24 Maret kembali lagi cuti bersama lebaran.

Selanjutnya Rabu - Jumat pada 25 - 27 Maret merupakan penerapan WFA bagi ASN.

Dilanjutkan lagi akhir pekan Sabtu-Minggu pada 28-29 Maret.

Praktis efektif kerja seluruh instansi maupun pelajar pada 30 Maret.

"Biasanya dulu 2-3 hari lebaran, bersamaan terkumpul kendaraan padat. Ini terdistribusi sehingga kepadatan kendaraan berkurang. Ada juga manfaatnya libur Panjang. Terurai Waktu untuk pergi belanja, pergi mudik," kata Patarai.

Dirinya menyebut masa libur ini sangat berpengaruh terhadap kepadatan kendaraan di jalan.

"lebih landai kendaraan, tidak padat kendaraan kalau libur Panjang," sambungnya.

Meski begitu, sebanyak 210 personil Dishub Sulsel tetap berjaga di periode mudik.

Musim hujan masih akan menemani masa mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah di Sulsel

Selama Februari - Maret ini, curah hujan di Sulsel memang kerap meningkat hingga intensitas lebat.

Beberapa daerah merasakan dampaknya banjir seperti di Makassar, Maros, hingga Barru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo sudah menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan selama momentum tersebut.

Potensi hujan terpusat di wilayah Mamminasata.

Meski begitu, Amson Padolo menyebut personil BPBD tetap siaga di seluruh daerah.

Mengingat anomali cuaca seringkali terjadi di Sulsel.

"Jadi walaupun bukan masuk rawan bencana, di mudik ini kita siaga penuh.Tapi itukan di semua kabupaten/kota, BPBD Provinsi, posisinya standby selama musim hujan," kata Amson Padolo kepada Tribun-Timur.com saat dihubungi pada Minggu (8/3/2026). 

"Kita tidak kenal status karena sekarang anomali status meskipun itu buat kita hati-hati dan siaga. Posisinya kita selalu siaga karena anomali cuaca ini tidak bisa lagi katakan kalau hujan lebat ekstrem baru bencana," sambungnya.

Posko siaga khusus BPBD Sulsel sudah terbentuk sejak Oktober lalu.

Nantinya juga Amson akan mengirim personil bergabung dalam posko terpadu Kabupaten/Kota yang dibentuk Polda Sulsel.

Selama periode mudik ini, jam kerja personil BPBD akan digilir.

"Iya kita gilir ya, istilahnya karena posko semacam bergiliran itu. Tergantung kondisi daerahnya. Kalau memang butuh berapa personel sehari, tergantung mereka," ujar Amson Padolo.

Personil kebanyakan akan disiapkan BPBD Kabupaten/kota di daerah masing-masing.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.