BANJARMASINPOST.CO.ID - Kini Ramadhan 2026 sudah memasuki hari ke-21.
Berikut jadwal imsak 11 Maret 2026 untuk wilayah Kalsel, lengkap 13 kabupaten/kota.
Jadwal imsak menjadi acuan umat muslim untuk memulai berpuasa sebelum masuk saat shalat subuh.
Tentunya sahur terlebih dahulu. Dimana sahur bukan hanya mengisi perut untuk puasa.
Melainkan ada berkah dan nilai ibadah didalamnya.
Baca juga: Krisis Timur Tengah Terus Bergejolak, Begini Harapan Kadin
Baca juga: Malam Tanglong di Balangan Bakal Dimeriahkan Arak-Arakan Mobil Hias, Melestarikan Budaya Baarak
Banjarbaru:
Imsak : 05.02
Subuh : 05.12
Pelaihari (Tanahlaut)
Imsak : 05.02
Subuh : 05.12
Kotabaru (Kotabaru):
Imsak : 04.56
Subuh : 05.06
Barabai (HST)
Imsak : 05.00
Subuh : 05.10
Banjarmasin:
Imsak : 05.03
Subuh : 05.13
Martapura (Banjar):
Imsak : 05.02
Subuh : 05.12
Tanjung (Tabalong):
Imsak : 05.00
Subuh : 05.10
Batulicin (Tanahbumbu):
Imsak : 04.57
Subuh : 05.07
Marabahan (Barito Kuala) :
Imsak : 05.02
Subuh : 05.12
Amuntai (HSU)
Imsak : 05.01
Subuh : 05.11
Kandangan (HSS)
Imsak : 05.00
Subuh : 05.10
Rantau (Tapin)
Imsak : 05.01
Subuh : 05.11
Balangan
Imsak : 05.00
Subuh : 05.10
Baca juga: PMI Tapin Gelar Buka Puasa Bersama Mitra, Perkuat Sinergi untuk Pelayanan Kemanusiaan
Bagi yang menjalankan amalan malam ganjil atau malam ke-21 Ramadhan 1447 H, biasanya melakukan shalat tahajud.
Shalat di sepertiga malam ini lebih diintensifkan dilaksanakan memasuki hari 10 Ketiga Ramadhan.
Apalagi di Ramadhan ada malam istimewa yakni malam Lauilatul Qadar. Selain Shalat tarawih kita dianjurkan memperbanyak shalat sunnah seperti Shalat Tahajud.
Simak penjelasan Ustadz Adi Hidayat tentang Shalat Tahajud atau shalat malam ini.
Shalat Tahajud termasuk shalat sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam.
Cara menunaikannya sesuai cara Rasulullah SAW diungkap Ustadz Adi Hidayat atau UAH
Dalam melaksanakan shalat Tahajud, terdapat surah-surah yang dibaca dan doa setelahnya.
Memasuki bulan Ramadhan nanti, Shalat Tahajud menjadi salah satu qiyamul lail yang dianjurkan dikerjakan umat muslim agar menambah keimanan dan ketaqwaan.
Shalat Tahajud di bulan Ramadhan dapat dikerjakan bertepatan waktu sahur.
Baca juga: Baznas Tanahbumbu Salurkan Zakat ke Desa Pulau Burung, 20 Mustahik Terima Bantuan Uang Tunai
Shalat Tahajud menjadi sarana bagi umat Islam untuk memohon dan berpasrah kepada Allah atas permasalahan hidup.
Lantas bagaimana Shalat Tahajud sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW?
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, shalat Tahajud dapat mengangkat karir aktivitas umat muslim, bisa menghadirkan penjagaan Allah dan bimbingan dalam mengawali aktivitas.
"Maka bisa menghadirkan solusi setiap kesulitan dan menghadirkan langsung pertolongan dari Allah ketika mengalami gangguan kehidupan, untuk itu konsisten mengerjakan shalat malam," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip dari Akhyar.tv via kanal Youtube Kajian Islam Official.
Shalat Tahajud dilaksanakan tiap malam. Termasuk di malam nisfu syaban. (kolase/konsultasifiqih)
Secara ringkas, tata caranya sama dengan shalat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:
1. Niat
Bagi yang melafadzkan niat, niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Usholli sunnatat tahajudi rok’ataini lillahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”
2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah (Kumpulan doa iftitah)
Ilustrasi,Shalat Tahajud dikerjakan di sepertiga malam (ummi-online.com)
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang panjang-panjang.
5. Ruku’ dengan tuma’ninah
6. I’tidal dengan tuma’ninah
7. Sujud dengan tuma’ninah
8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
11. Membaca surat Al Fatihah
12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang panjang.
13. Ruku’ dengan tuma’ninah
14. I’tidal dengan tuma’ninah
15. Sujud dengan tuma’ninah
16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
19. Salam
Demikian diulangi hingga empat kali salam (delapan rakaat).
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)