PANGKAJENE, TRIBUN-TIMUR.COM - Kebakaran terjadi di kompleks Pasar Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026) dini hari.
Tiga kios dilaporkan hangus dilalap api dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran yang terjadi saat sebagian warga tengah makan sahur.
Insiden ini pun membuat warga sekitar pasar panik.
Api yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan dan dengan cepat menarik perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun kobaran api terus membesar karena material bangunan kios sebagian besar terbuat dari kayu.
Api yang awalnya diduga berasal dari satu kios kemudian dengan cepat merambat ke kios lainnya.
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep, Hapiluddin mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 Wita.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 04.03 Wita.
"Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dengan 25 personel diterjunkan untuk memadamkan api," katanya dikonfirmasi Tribun-Timur.com.
Petugas berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lainnya di sekitar pasar.
"Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.45 Wita," bebernya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama bulan Ramadan.
Ia meminta warga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan peralatan listrik atau kompor dalam keadaan menyala saat rumah ditinggalkan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Pangkep, Hisbul Mone mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting.
Ia menjelaskan kobaran api cepat membesar karena bangunan kios menggunakan material kayu yang mudah terbakar.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam inside kebakaran yang juga difungsikan sebagai rumah tinggal itu.
Pemilik kios berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
"Tiga kios yang terbakar diketahui milik M Arafah (55), H Dulla (60), dan H Bura," sebutnya mengatakan.
Kios tersebut digunakan untuk usaha salon serta penjualan barang campuran.
Akibat kebakaran ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Pasca api berhasil dipadamkan, para pemilik kios yang bangunannya terbakar mulai berdatangan ke lokasi untuk mengamankan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.(*)